Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
OPINI 31 Agustus 2022, 16:30 WIB 970 PDF

Netizen : Jadi Ndak Respek dan Kebablasen

admin
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Netizen : Jadi Ndak Respek dan Kebablasen
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

NASIONAL – Pengacara Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak menyebut penegakan hukum di era Jokowi paling rusak.”Pernyataan itu memunculkan beragam reaksi dari banyak pihak. Salah satunya Eko Kuntadhi, mimggu (28/8/22).

Pendukung utama Presiden Jokowi tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Kamaruddin Simanjuntak dalam sebuah video yang bereder di Twitter mengatakan, Indonesia saat ini bukan lagi negara hukum, melainkan negara otoriter.”Ini bukan negara hukum lagi, melainkan negara otoriter atau negara kekuasaan,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.

Menurut mantan Pengacara Muhammad Kece tersebut, kerusakan hukum di era Jokowi sudah sangat parah.

“Rusak sudah hukum ini. Pokoknya di tangan pemerintahan Jokowi, penegakan hukum paling rusak,” tambahnya.

“Jadi tolonglah Pak Jokowi, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dibina mereka ini, melalui saluran-saluran yang resmi,” lanjutnya.

Pernyataan inilah yang membuat beberapa pihak bereaksi. Terutama pada pendukung Presiden Jokowi di sosial media.

Salah satunya adalah Eko Kuntadhi. Pegiat media sosial tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Lho, kok Jokowi,” tulisnya di akun Twitternya @_ekokuntadhi mengomentar video pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.”Pada follower Eko Kuntadhi pun ikut merespon pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.”Ngomongin hukum kok Pak Jokowi lagi yg diseret???? Kebeblasan,” komentar akun @tri***tj.

“Terlalu banyak dikasih panggung nih orang. jadi seenak udelnya nembak sana sini. Gak ada hubungannya dgn Presiden pun ditarik2. Parah woyyyyy….!!!!,” balas @sen***ns. “Waaah udah kemana-mana ngomongnya. Wooy jgn senggol Pakdhe Jokowi. Jadi gak respect,” ujar @ne****ect.

Kamaruddin Simanjuntak saat ini makin banyak mendapat sorotan dari publik usai menangani kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.*

Pengacara Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak menyebut penegakan hukum di era Jokowi paling rusak.

Pernyataan itu memunculkan beragam reaksi dari banyak pihak. Salah satunya Eko Kuntadhi.
Pendukung utama Presiden Jokowi tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Kamaruddin Simanjuntak dalam sebuah video yang bereder di Twitter mengatakan, Indonesia saat ini bukan lagi negara hukum, melainkan negara otoriter.”Ini bukan negara hukum lagi, melainkan negara otoriter atau negara kekuasaan,” ujar Kamaruddin Simanjuntak.

Menurut mantan Pengacara Muhammad Kece tersebut, kerusakan hukum di era Jokowi sudah sangat parah.

“Rusak sudah hukum ini. Pokoknya di tangan pemerintahan Jokowi, penegakan hukum paling rusak,” tambahnya.

“Jadi tolonglah Pak Jokowi, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dibina mereka ini, melalui saluran-saluran yang resmi,” lanjutnya.

Pernyataan inilah yang membuat beberapa pihak bereaksi. Terutama pada pendukung Presiden Jokowi di sosial media.

Salah satunya adalah Eko Kuntadhi. Pegiat media sosial tersebut mempertanyakan mengapa Kamaruddin Simanjuntak menyalahkan Jokowi.

Lho, kok Jokowi,” tulisnya di akun Twitternya @_ekokuntadhi mengomentar video pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.” Pada follower Eko Kuntadhi pun ikut merespon pernyataan Kamaruddin Simanjuntak.

“Ngomongin hukum kok Pak Jokowi lagi yg diseret???? Kebeblasan,” komentar akun @tri***tj.

“Terlalu banyak dikasih panggung nih orang. jadi seenak udelnya nembak sana sini. Gak ada hubungannya dgn Presiden pun ditarik2. Parah woyyyyy….!!!!,” balas @sen***ns.

“Waaah udah kemana-mana ngomongnya. Wooy jgn senggol Pakdhe Jokowi. Jadi gak respect,” ujar @ne****ect.”Kamaruddin Simanjuntak saat ini makin banyak mendapat sorotan dari publik usai menangani kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.(@Gus/Iqbal)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #OPINI #infodesanews #kabarindonesia

Berita Terkait Lainnya

admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi