SURAKARTA – INFODESANEWS. COM | Lebih dari 12.500 guru Muhammadiyah menghadiri Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu (7/11/2026) di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Kegiatan ini diikuti oleh guru Muhammadiyah dari Jawa Tengah, sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M. Pd., selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia menyampaikan materi Arahan dan Kebijakan Pendidikan. Ia menegaskan bahwa kemajuan pendidikan Indonesia tidak terlepas dari kontribusi guru-guru di lembaga pendidikan swasta, khususnya Muhammadiyah.
"Pendidikan di Indonesia tidak akan menjadi besar tanpa kontribusi Bapak dan Ibu semuanya di pendidikan swasta, terutama dari Muhammadiyah," ungkapnya.
Menurutnya, guru swasta merupakan salah satu pilar penting pendidikan nasional karena berperan memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu, serta memberikan pengabdian kepada masyarakat. Kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan bahkan telah berlangsung sejak sebelum Indonesia merdeka.
Nunuk juga menyoroti empat tantangan utama yang perlu mendapat perhatian bersama, yakni kesejahteraan, profesionalisasi, kompetensi, dan perlindungan guru. Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting dalam agenda transformasi guru agar kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan.
"Kita perlu mengakui bahwa kesejahteraan guru swasta adalah tanggung jawab kita semua," tegasnya.
Ia berharap para guru Muhammadiyah senantiasa mengembangkan diri melalui semangat belajar, berbagi pengetahuan, dan bertumbuh bersama. Menurutnya, kebijakan pendidikan yang baik harus mampu memahami serta menjawab realitas yang dihadapi guru di lapangan.
Sementara itu, dalam tausiyah pendidikan, Prof. Dr. KH. Din Syamsuddin, M. A., Ph. D., menyampaikan bahwa profesi guru merupakan pekerjaan mulia dalam perspektif Islam.
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan membawa fitrah kemanusiaan dan potensi untuk berkembang.
"Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Meskipun kecil gajinya, besar pahalanya," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa manusia terlahir dalam keadaan fitrah dan memiliki naluri untuk bertuhan. Namun, lingkungan eksternal dapat mempengaruhi perkembangan fitrah tersebut. Karena itu, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga, terutama orang tua di rumah.
Lebih lanjut, Din Syamsuddin menguraikan bahwa manusia diciptakan untuk menjalankan tugas sebagai khalifah fil ardh, yakni wakil Allah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab membangun peradaban. Dalam menjalankan tugas tersebut, pendidikan perlu dilakukan secara komprehensif dan holistik. (Redslo)