Jumat, 25 September 2026
TERKINI
Dua Bulan Hampir Berlalu, RDP Limbah PT Ciomas Belum Terwujud, Ada Apa? (4 jam yang lalu) Geothermal Rajabasa Ditolak Masyarakat, DPRD Siap Teruskan Aspirasi hingga ke Pemerintah Berwenang (10 jam yang lalu) Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi (18 jam yang lalu) Ilusa Berbagi, Salurkan 148 Tangki Air Bersih untuk Warga Blora (20 jam yang lalu) Kejari Lampung Timur Periksa Sejumlah Pihak: Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Sapi Dinas Perikanan dan Peternakan (20 jam yang lalu) Kuasa Hukum Korban Pertanyakan Dasar Tuntutan 9 Tahun terhadap Ansori dalam Kasus Fajar Aries Saputra (20 jam yang lalu) DPRD Lamsel Gelar RDP Gabungan Komisi DPRD Lamsel Bahas Rencana Geothermal Gunung Rajabasa (21 jam yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Bupati Egi: Pesantren Membentuk Generasi Muda di Tengah Pesatnya Tekhnologi dan Arus Informasi (1 hari yang lalu) Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa Dampingi Pembagian Bantuan Beras (2 hari yang lalu)
OPINI 06 Agustus 2026, 19:23 WIB 2,179 kali dibaca ~3 mnt baca Bukti Tayang (PDF)

Jamal:Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat,Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu

Penulis: Korwil Lampung
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Jamal:Pelayanan Kesehatan Harus Bergerak Cepat,Karena Nyawa Tidak Bisa Menunggu
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Korwil Lampung

BANDARLAMPUNG,INFODESANEWS-Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik, sektor kesehatan dituntut untuk terus berbenah. Pelayanan yang cepat, ramah, profesional, transparan, dan berbasis teknologi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.

Di era digital, hampir semua layanan publik telah mengalami transformasi. Oleh karena itu, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun fasilitas kesehatan lainnya juga perlu terus melakukan inovasi agar pelayanan semakin efektif dan efisien. Masyarakat tidak hanya mengharapkan dokter yang kompeten, tetapi juga sistem pelayanan yang memudahkan, mulai dari pendaftaran, administrasi, pemeriksaan, hingga penanganan medis.

Masih ditemukannya birokrasi yang panjang, proses administrasi yang berbelit, waktu tunggu yang lama, serta lambatnya penanganan terhadap pasien menjadi persoalan yang harus menjadi perhatian bersama. Dalam dunia medis dikenal istilah golden period, yaitu waktu yang sangat menentukan keberhasilan penanganan pasien. Keterlambatan beberapa menit saja dapat meningkatkan risiko komplikasi, kecacatan, bahkan kehilangan nyawa.

Karena itu, kecepatan pelayanan bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia. Setiap pasien berhak memperoleh pelayanan yang tepat waktu sesuai tingkat kegawatannya. Jangan sampai prosedur administratif justru menghambat tindakan medis yang mendesak.Kamis.(6/8/2026)

Namun demikian, kita juga perlu memahami bahwa tenaga kesehatan bekerja dengan tanggung jawab yang sangat besar. Dokter, perawat, bidan, dan seluruh tenaga kesehatan setiap hari berjuang menyelamatkan nyawa di tengah tingginya jumlah pasien, keterbatasan fasilitas, hingga tekanan pekerjaan yang tidak ringan. Oleh sebab itu, pembenahan pelayanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh, bukan dengan menyalahkan individu, melainkan memperkuat sistem yang mendukung mereka bekerja secara optimal.

Pemerintah bersama pengelola fasilitas kesehatan perlu terus mempercepat digitalisasi layanan, menyederhanakan birokrasi, meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki sistem antrean, serta memastikan sarana dan prasarana memadai. Evaluasi pelayanan juga harus dilakukan secara berkala agar setiap keluhan masyarakat dapat menjadi bahan perbaikan.

Selain kecepatan, keramahan dalam pelayanan juga menjadi aspek yang sangat penting. Senyum, empati, komunikasi yang baik, serta sikap menghargai pasien dan keluarganya akan menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Pasien yang sedang sakit tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga kepastian, perhatian, dan rasa tenang.

Sebagai Pengurus KNPI Lampung, saya meyakini bahwa kritik yang disampaikan secara santun merupakan bentuk kepedulian terhadap pelayanan publik. Kritik bukan untuk menjatuhkan tenaga kesehatan atau institusi tertentu, melainkan sebagai dorongan agar sistem pelayanan semakin baik dari waktu ke waktu. Semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sudah saatnya pelayanan kesehatan menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan memanfaatkan teknologi, memangkas birokrasi yang tidak perlu, meningkatkan profesionalisme, dan mengutamakan keselamatan pasien, kita dapat membangun sistem kesehatan yang lebih modern, responsif, dan berkeadilan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pelayanan kesehatan bukan hanya megahnya gedung atau canggihnya peralatan medis, tetapi juga seberapa cepat, tepat, dan manusiawi pelayanan diberikan kepada masyarakat. Sebab dalam dunia kesehatan, nyawa tidak bisa menunggu.***Ronald.

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #OPINI #infodesanews #kabarindonesia
Korwil Lampung

Korwil Lampung

Koordinator Wilayah Lampung

Koordinator liputan investigasi, hukum, dan peristiwa daerah Lampung.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi