Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
OPINI 01 Februari 2024, 08:19 WIB 1,462 PDF

Era Milenial, Aspek Kehidupan Salah Satu Bahasa

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Era Milenial, Aspek Kehidupan Salah Satu Bahasa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS – Berbagai aspek kehidupan adalah salah satu bahasa.” Seperti era milenial dengan problematika mengalami degradasi dalam kualitas berbahasa Indonesia.

Berbicara sastra yang tingkatannya lebih tinggi dari sekedar berbahas dan sangat jarang sekali menggunakan bahasa yang baik dan benar, cenderung kasar dengan berbagai panggilan untuk karakteristik tertentu.

Hingga rendahnya kemampuan memilih kata (diksi).” sehingga menghadirkan sebuah perkataan yang jauh dari lembut dan ketimuran.

Jejaring sosial (social media) menjadi tempat terfavorit untuk generasi milenial sekarang dalam berekspresi, ruang untuk berbicara.

Ditempat ini sering kita jumpai ujaran kebencian, kualitas “status” yang jauh dari bahasa yang baik dan sopan. Sungguh jauh dari karakteristik masyarakat yang mengamalkan Pancasila.

Pancasila lahir dengan diksi terbaik dari bahasa tingkat tinggi, sejenak bila kita melihat tiap silanya. Sila pertama misalnya yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.

Sebuah kalimat yang memiliki makna mendalam tentang pentingnya hidup berketuhanan, yang saling bertoleransi dalam menjalankan setiap ajaran.

Andai saja generasi saat ini mengamalkan satu saja dari Pancasila ini, tentu setiap ucapannya, setiap perkataannya akan mencerminkan mahluk yang taat kepada Tuhan.

Ucapan akan baik, setiap kata yang dikeluarkan benar-benar dipikirkan, jangan sampai Tuhan murka akan perkataan kita yang secara bahasa tidak bagus dan dapat membuat sakit hati banyak orang.

Contoh lain yang dapat kita temui adalah diksi dalam sila kelima Pancasila, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebuah kalimat yang dalam, pemilihan kata Keadilan adalah hal yang luar biasa, kenapa tidak memilih kata “pemerataan”. karena keadilan tidak hanya bicara tentang pembagian yang merata, tetapi maknanya lebih luas. Begitulah bahasa Pancasila yang begitu baik dan berkualitas”, kata Gus pangilan akrab dihadapan awak media, Kamis (1/2/24).

Sebuah pertanyaan yang harus kita jawab bersama, apakah ada korelasinya ketika sebuah generasi yang “tidak cinta” Pancasila akan menyebabkan degradasi berbahasa?.

Secara pribadi saya mengakui bahwa masyarakat yang tidak berhati Pancasila akan sangat mudah untuk mengalami degradasi dalam berbahasa, karena bahasa seyogyanya adalah cerminan hati.

Jika hati bersih maka bahasa yang keluar pun akan bersih dan lembut, sebaliknya apabila hati kotor, penuh kebencian, penuh emosi maka bahasa yang digunakan pasti kasar”, tandasnya.(red)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #OPINI #infodesanews #kabarindonesia

Berita Terkait Lainnya

admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi