Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 04 Desember 2021, 10:42 WIB 2,355 PDF

Soal Sengketa Sriwedari di Solo, Ahli Waris Minta Usut Adanya Dugaan Mafia Tanah

admin
Oleh: admin • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Soal Sengketa Sriwedari di Solo, Ahli Waris Minta Usut Adanya Dugaan Mafia Tanah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO – INFODESANEWS, Kuasa Hukum ahli waris Wiryodiningrat, Anwar Rachman mendukung usulan mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang meminta Presiden Joko Widodo mengusut adanya dugaan mafia tanah dalam sengketa Sriwedari. Pasalnya dalam sengketa Sriwedari, diterbitkan empat sertifikat yang diatasnamakan Pemkot Solo. ”Kami mendukung  penuh usulan FX Rudy agar Satgas Mafia Tanah segera mengusut tuntas jaringan mafia tanah,” kata Anwar melalui siaran persnya, Jumat (3/12).

Terutama Kantor Pertanahan dan Pemkot Solo yang bekerja secara sistematis, masif dan terstruktur dalam menerbitkan empat sertifikat atas nama pemkot Solo. Ada SHP (Surat Hak Pakai) nomo 26, 46, 40 dan 41 yang selama ini masuk dalam hal yang disengketakan Pemkot Solo dan ahli waris Wiryodiningrat.

”Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, Pemkot Solo ditegur pengadilan, dan tanah disita pengadilan karena mustahil sertifikat tersebut bisa terbit tanpa adanya peran otak pelaku, orang yang membantu, dan turut serta melakukan tindakan pemufakatan jahat untuk menerbitkan sertifikat ini,” katanya.

Sebagai informasi Pemkot Solo dan ahli waris Wiryodiningrat bersengketa lahan Sriwedari selama empat puluh tahun berturut-turut. Secara pengadilan tata niaga dan pengadilan perdata telah dimenangkan oleh ahli waris. (er/hr)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi