Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 18 Juni 2026, 18:15 WIB 572 PDF

Sanksi Ringan untuk Oknum Guru PPPK di Blora Tuai Kecaman

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sanksi Ringan untuk Oknum Guru PPPK di Blora Tuai Kecaman
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Kasus dugaan perselingkuh yang melibatkan dua oknum Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menjadi sorotan publik. Hingga kini, sanksi yang diberikan dinilai terlalu ringan dan menuai kecaman dari masyarakat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Nuril, membenarkan adanya dugaan tersebut. Pihaknya mengaku telah memberikan sanksi kepada dua oknum yang terlibat. Satu orang dipindahkan ke KORWIL Japah, sementara satunya lagi dimutasi menjadi penjaga malam.

“Benar ada dugaan dan sudah kita beri sanksi. Kita sudah pindahkan di KORWIL japah dan penjaga malam,” ujar Nuril.

Namun, salah satu oknum berinisial SS membantah keras tuduhan perselingkuhan. Saat ditemui di Korwil Japah pada Jumat (12/06/26), ia mengklaim pemindahannya bukan karena kasus tersebut.

“Tidak, saya dipindah karena ada kekosongan di korwil,” bantahnya.

Tanggapan berbeda disampaikan oleh tokoh masyarakat berinisial L. Menurutnya, sanksi yang dijatuhkan Dinas Pendidikan saat ini tidak sebanding dengan pelanggaran yang dilakukan. Ia meminta agar pemerintah daerah memberikan hukuman yang lebih tegas.

“Menurut saya, dari pihak dinas jangan hanya memberi sanksi ringan, harus sanksi yang lebih tegas. Itu mencederai nama baik,” tegas L.

Lebih lanjut, ia menyoroti aturan yang berlaku. Menurut aturan di BKD, kalau ada perselingkuhan dan terbukti, sanksinya bisa pemecatan.

“Saya rasa sanksi saat ini sangat ringan, malah enak. Harus ada tindakan lebih tegas lagi,” imbuhnya.

Tokoh masyarakat tersebut juga mengkritik proses penyelesaian yang dinilai berjalan tertutup.

“Sepertinya BKD belum tahu, kasus ini diselesaikan secara diam-diam oleh dinas sendiri. Saya akan laporkan ke BKD,” tandasnya.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi