Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
Tak Berkategori 05 Januari 2026, 20:32 WIB 749 PDF

Rumah Markus Palimbong Dilalap Si Jago Merah di Siang Bolong

Kabiro Luwu
Oleh: Kabiro Luwu • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Rumah Markus Palimbong Dilalap Si Jago Merah di Siang Bolong
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

SULSEL, INFODESANEWS – Sebuah rumah milik Markus Palimbong di Jalan Tupai, Kelurahan Pattene, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, terbakar dilalap si jago merah pada Jumat siang, (02/01/2026).

Kebakaran yang terjadi di siang hari itu menghanguskan bangunan rumah.

Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas warga di sekitar lokasi sedang berlangsung.

Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari dalam rumah korban, disusul kobaran api yang dengan cepat membesar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi, namun tidak mampu berbuat banyak karena api terlanjur meluas.

“Api muncul tiba-tiba dari dalam rumah. Tidak lama kemudian langsung membesar,” ujar salah seorang tetangga korban yang tinggal di belakang rumah.

Menurut keterangan warga, bagian rumah yang pertama kali terbakar merupakan kamar yang di dalamnya terdapat banyak barang mudah terbakar seperti kain, kertas, serta perabot berbahan kayu.

Kondisi tersebut membuat api cepat merambat ke bagian lain bangunan.

Markus Palimbong dan keluarganya berhasil keluar dari rumah sebelum api membesar.

Walaupun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh isi kamar dan sebagian besar perabot rumah tangga tidak sempat diselamatkan.

Warga menduga kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Dugaan itu diperkuat dengan tidak ditemukannya sumber api lain di sekitar lokasi kejadian.

“Dugaan sementara karena korsleting listrik. Tapi untuk memastikan penyebab pastinya, masih menunggu hasil olah TKP dari pihak kepolisian,” kata seorang warga lainnya.

Keluarga Markus Palimbong hanya pasrah menyaksikan rumahnya habis di lalap si jago merah. Masyarakat berharap uluran bantuan dari pemerintah setempat dapat disalurkan kepada korban
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan pengamanan dan pendataan awal untuk kepentingan penyelidikan. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman guna memastikan sumber kebakaran.

Berdasarkan data kebakaran di Kota Palopo, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari tiga puluh kejadian kebakaran. Sebagian besar kasus tersebut disebabkan oleh arus pendek listrik akibat instalasi yang tidak sesuai standar atau sudah berusia tua.

Pihak terkait kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat listrik.

Warga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, minimal setiap tiga hingga lima tahun, serta menghindari penggunaan sambungan listrik berlebihan.

“Hindari penggunaan kabel bertumpuk dan stop kontak berlebihan karena itu sangat berisiko memicu kebakaran,” ujar seorang petugas di lokasi kejadian.

Akibat peristiwa ini, Markus Palimbong dan keluarganya mengalami kerugian material yang cukup besar.

Rumah yang menjadi tempat tinggal sehari-hari kini tidak dapat dihuni sementara waktu.

Korban saat ini membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi gangguan instalasi listrik di lingkungan sekitar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.***Yustus.

Oleh: Kabiro Luwu

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #Tak Berkategori #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Luwu

Kabiro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi