Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 24 Desember 2022, 05:35 WIB 1,176 PDF

Pengerjaan Shelter Manahan Molor, Kontraktor Terancam Denda 10 Juta Per Hari

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pengerjaan Shelter Manahan Molor, Kontraktor Terancam Denda 10 Juta Per Hari
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Batas pengerjaan pembangunan shelter Manahan di jalan KS Tubun sisi Barat Stadion Manahan Kota Solo melebihi kontrak yang seharusnya selesai pada 2 Desember 2022 lalu hingga saat ini belum rampung. Masa pengerjaan yang molor itu membuat kontraktor shelter Manahan terancam denda Rp 10 juta perharinya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Solo, Joko Supriyanto saat dihubungi Kamis, 22 Desember 2022 mengatakan ada denda Rp 10 juta per hari jika proyek shelter Manahan ini tidak selesai hingga masa perpanjangan.

“Progress kalau sesuai kontrak memang molor, kontrak berakhir tanggal 2 Desember 2022 dan kami beri kesempatan untuk menyelesaikan tapi dengan menahan denda 1.000 per mil dari nilai kontrak,” kata Joko.

Berdasarkan regulasi denda dapat dijatuhkan ke kontraktor tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga Pemerintah Kota Solo tutup buku anggaran 2022 pada 28 Desember mendatang.

“Kontraknya Rp 15 Milliar jadi per hari dendanya Rp 10 an juta, karena dendanya harus dikurangi PPN sampai dengan kemarin pekerjaan belum kira nyatakan 100 persen selesai,” imbuhnya.

Pemkot Solo telah memberiikan waktu selama 18 hari dan batas waktunya sebenarnya selesai pada Selasa, 20 Desember 2022 kemarin. Meski demikian pembangunan sudah hampir selesai, tinggal memasang beberapa komponen seperti kursi _food court_ , atap, meja dan kursi.

Kepala DPUPR Kota Solo ini menyebut proyek terkendala cuaca dan adanya masalah internal kontraktor. “Kendala cuaca dan internal kontraktor dan manpowernya sudah siap dan juga finansialnya, sudah nggak 100 persen,” terangnya.

Sementara Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka turut buka suara terkait pembangunan yang tak kunjung rampung itu. “Selter Manahan? mundur sitik (sedikit). Manahan dipakai pedagang, sudah diukur semuanya,” katanya Rabu, 21 Desember 2022.(*/Lutfia Dhifara/Red Solo)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi