Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 18 Oktober 2022, 13:56 WIB 2,654 PDF

Nekat Gantung Diri, Istri Menolak Makan Bersama

admin
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Nekat Gantung Diri, Istri Menolak Makan Bersama
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULBAR, INFODESANEWS  – Akibat ajakannya ditolak oleh istri untuk makan malam bersama Langga alias Hanja usia 57 tahun bekerja sebagai petani di dusun Tammewaru Desa Ambo Padang kecamatan Tubbi Taramanu Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, nekat bunuh diri dengan cara gantung diri ditiang rumahnya menggunakan tali nilon.

Berdasarkan laporan warga setempat adanya warga gantung diri dengan menggunakan tapi nilon, personil polsek tutar di pimpin langsung Kapolsek IPDA Rahman S. Sos. M. Si langsung menuju ketat kejadian perkara ( TKP).” Kapolsek Tutar, IPDA Rahman, S.Sos, M.Si membenarkan peristiwa nas itu di tempat kejadian perkara, senin 17 Oktober 2022

“Menurut, IPDA Rahman, kronologi kejadian, berdasarkan keterangan pengakuan saksi yang juga istri korban, Masda (P.23 th). Sebelum terjadi peristiwa bunuh diri itu, sekitar pukul 18.30 wita, korban bersama istrinya bertengkar lantaran korban mengajak istrinya untuk makan malam bersama.

Tetapi istirinya menolak dengan alasan dirinya sudah makan duluan sehingga membuat korban tersinggung dan naik pitang, marah besar sembari menghamburkan nasi dan beras yang ada di dalam rumahnya.” Merasa ketakutan, dan menghindari terjadinya kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT) lantaran suaminya ( korban ) sudah lepas kendali seperti kerasutan.

Akhirnya meninggalkan rumahnya menuju rumah keluarga korban dengan jarak sekitar 50 meter dari TKP, tujuannya untuk menenangkan diri sekaligus minta perlindungan.

Sekitar pukul 20.30 wita, istri korban dalam kondisi hamil 7 bulan itu, menunggu suaminya ( korban) datang menjemput dirumah keluarga sendiri Korban tetapi tidak kunjung juga, akhirnya istri korban terpaksa bermalam dirumah sanak keluarga korban, kata Rahman.

Lanjut Kapolsek IPDA Rahman S S.Sos.M.Si, mengatakan, pada pukul 06.00 pagi wita, istri korban kembali kerumahnya dan langsung melihat suaminya ( korban) tergantung dengan tali nilon yang terikat ditiang atas rumahnya dan istiri korban langsung histeris dan meminta bantuan para tetangganya termasuk sanak keluarga korban maupun orang tua korban.

Hal ini disaksikan langsung korban tergantung ditiang rumah dan orang tua korban langsung memotong tali nilon digunakan korban bunuh diri dibagian atas kepala korban.

Tim Identifikasi dari Polres Polewali Mandar, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, Iptu I Gusti Bagus Krisna Wardana, S.Tr., S.I.K tiba di TKP, rumah korban dan melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti termasuk melakukan koordinasi dengan pihak dokter PKM Tutar untuk melakukan pemeriksaan kondisi korban.

Keterangan dr. Febriana Wuth Wuwung dari PKM Tutar, menjelaskan terdapat luka lecet pada leher korban akibat jeratan tali, lidah tergigit, alat kelamin korban mengeluarkan cairan berwarna putih ( mani).”Kondisi tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban diperkirakan meninggal dunia sekitar tujuh jam berlalu.

Keluarga korban, menolak untuk outopsi dan membuat pernyataan dan ditanda tangani oleh orang tua korban dan menganggap peristiwa itu, murni bunuh diri dan jenazah korban.”Kades Ambo Padang, Basri mengatakan, keadaan korban selama ini memang tertutup dan jarang bergaul dengan warga.(Eric/@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi