Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 25 Maret 2021, 22:14 WIB 2,089 PDF

Kasus Suap Nurdin Abdullah, KPK Periksa Pegawai BUMN dan Pengusaha Alkes

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Kasus Suap Nurdin Abdullah, KPK Periksa Pegawai BUMN dan Pengusaha Alkes
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SULSEL, INFODESANEWS – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, menginformasikan bahwa lembaga antikorupsi tersebut melanjutkan pemanggilan saksi untuk kasus tindak pidana korupsi suap Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah.

“Hari ini, pemeriksaan saksi NA terkait suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021,” ujar Ali Fikri, Kamis 25 Maret 2021, melalui via WhatsApp.

Dua orang saksi yang akan diperiksa, menurut Ali Fikri adalah, seorang pengusaha bernama Imelda Obey dan seorang pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama M Ardi pegawai sebuah BUMN.

Menurut Ali Fikri, kedua saksi tersebut diperiksa di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sebagai informasi, Imelda Obey adalah anak dari Almarhum Anton Obey yang merupakan Pengusaha Bidang Alat Kesehatan (Alkes). Imelda Obey diketahui sebagai pemilik perusahaan penyedia alkes PT Inaho Jaya Lestari.

Dikutip dari laman lpse.sulselprov.go.id, Kamis (25/3/2021), perusahaan tersebut (PT Inaho Jaya Lestari) memenangkan tender pengadaan alat kedokteran, kesehatan, dan KB Rumah Sakit Nene’ Mallomo Sidenreng Rappang (Sidrap) pada APBD 2012.

Meski hasil negosiasinya tidak terlampir, namun pagu proyek ini sekitar Rp14,37 miliar dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar Rp 14,35 miliar.

Pada 2010, perusahaan yang beralamat di Jalan Tentara Pelajar Makassar itu, juga memenangkan tender pengadaan alat kedokteran, kesehatan, dan KB di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Pertiwi Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk proyek ini, hasil negosiasinya juga tidak terlampir. Pagunya sekitar Rp1,964 miliar dan HPS sekitar Rp1,963 miliar. (rus/yus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 8 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi