Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KULINER 22 September 2024, 21:48 WIB 1,244 PDF

Gudeg Khas Jogja: Santapan Legendaris dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Gudeg Khas Jogja: Santapan Legendaris dari Daerah Istimewa Yogyakarta
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Kuliner – Jogja, sebagai salah satu kota budaya di Indonesia, terkenal dengan berbagai kuliner lezat yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

Salah satu hidangan khas yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke kota ini adalah gudeg.

Gudeg bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan simbol dari tradisi dan sejarah yang kaya di Yogyakarta.

Gudeg adalah masakan yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan bumbu rempah khas, termasuk santan, daun jeruk, dan berbagai bumbu lainnya.

Konon, gudeg telah ada sejak zaman Kerajaan Mataram dan merupakan makanan favorit para raja. Seiring waktu, gudeg berkembang menjadi makanan sehari-hari masyarakat Jogja.

Kini, hidangan ini menjadi ikon kuliner yang tidak hanya disukai oleh warga lokal, tetapi juga oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Gudeg memiliki beberapa varian yang menggugah selera. Yang paling terkenal adalah Gudeg Jogja yang biasanya disajikan dengan nasi putih, sambal krecek, ayam opor, dan telur pindang.

Terdapat pula Gudeg Merah yang lebih pedas dan memiliki warna yang lebih cerah, serta Gudeg Basah yang lebih lembut dan berkuah.

Setiap varian gudeg memiliki cita rasa yang unik, menggambarkan keanekaragaman kuliner Yogyakarta.

Terkenal dengan rasanya yang autentik, tempat ini selalu ramai pengunjung. Gudeg di sini disajikan dengan sambal krecek yang pedas dan ayam opor yang gurih.

Menjadi populer karena memasak gudeg dengan cara tradisional di dalam pawon (dapur) yang terbuka untuk pengunjung. Aroma masakan yang menggugah selera membuat tempat ini selalu ramai.

Menikmati gudeg terbaik adalah dengan menyantapnya saat masih hangat. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi putih hangat, sambal krecek yang pedas, dan pelengkap seperti ayam, telur pindang, dan tempe.

Kombinasi rasa manis, gurih, dan pedas dari gudeg dan sambal krecek membuat pengalaman kuliner semakin nikmat.

Mengunjungi Jogja tanpa mencicipi gudeg seolah belum lengkap. Baik penduduk lokal maupun wisatawan akan menemukan kepuasan tersendiri saat menyantap hidangan ini.*Red/Adi

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KULINER #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi