Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 18 Oktober 2022, 13:00 WIB 2,726 PDF

Dugaan Konsorsium Pungli di Perguruan Tinggi

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Dugaan Konsorsium Pungli di Perguruan Tinggi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAMBI, INFODESANEWS – Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus Menggelar Aksi Demonstrasi di Unit Pengembangan Bahasa ( UPB ) Kampus 1 UIN STS Jambi, Selasa (18/10/2022).

Aksi yang di Gelar oleh Mahasiswa Tersebut Menuntut Pertanggung Jawaban UPB Terkait Dugaan Pungli yang dilakukan Oleh Pihak Unit Pengembangan Bahasa Tersebut.

Dalam tuntutannya Mahasiswa Meminta Transparansi Pengelolaan UPB yang Seharusnya Bukan Menjadi Sarana Bisnis dengan Mahasiswa, Serta Menuntut Landasan Hukum di Pungutnya Bayaran Kepada Mahasiswa yang Remedial Ujian UPB yang Bertentangan dengan KMA Nomor 44 Tahun 2022 Tentang Uang Kuliah Tunggal dimana Perguruan Tinggi dilarang Memungut uang Pangkal dan Uang Pungutan Lainnya Selain Uang Kuliah Tunggal.

Mahasiswa Juga Meminta Tuntutan Tersebut di tindak Lanjuti Dalam Waktu 2×24 Jam dan Apabila tidak ditindak Lanjuti Mahasiswa Tersebut Akan Melakukan Aksi Lebih Besar dengan Masa Lebih Banyak.

Kevin Selaku Korlap Aksi Tersebut Mengatakan Aksi ini Berlandaskan dari Keresahan Mahasiswa yang Merasa Di Peras Oleh Kampus, dimana Tidak Mewajibkan Mengikuti Program UPB Namun Persyaratan Sidang Skripsi Harus Melampirkan Sertifikat UPB.”Kami dari Mahasiswa Menuntut Stop Berbisnis dengan Mahasiswa,

Ia berkata ini Bukan Tanpa Alasan, UPB Selaku Unit di Bawah Naungan Wakil Rektor 1 yang seharusnya Memberikan Kemudahan Akademik Namun Hal ini disalah Gunakan Sebagai Pusat Bisnisnya Kampus”. lanjut, Kevin Menambahkan dalam Tuntutannya Mahasiswa Meminta Landasan Hukum diambilnya Pungutan dari Mahasiswa Guna Sertifikat UPB.

“Landasannya apa sehingga UPB Mengambil Kebijakan Setiap Remedial Mahasiswa Di Kenakan Tarif Serta Pendistribusiannya Seperti apa, Mohon Untuk disampaikan Ke Publik Paling Lambat 2×24 Jam” Ungkap Kevin.(@Gus)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi