Kamis, 24 September 2026
PERISTIWA Nasional 24 September 2026, 05:45 WIB 11 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

Jurnalis / Kontributor: Redaksi Infodesanews
Jumlah Tayang: 11 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Bupati Banyumas Dukung GreenMu, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
Foto: Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas

BANYUMAS, INFODESANEWS – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendukung gerakan Green Movement Muhammadiyah (GreenMu) sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong sampah menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Sadewo saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq dalam acara Pengukuhan Satgas GreenMu di Hotel Java Heritage Purwokerto, Selasa (22/9/2026).

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas M. Djohar mengatakan Muhammadiyah Banyumas terus melakukan langkah konkret dalam menangani persoalan lingkungan, terutama sampah plastik dan botol.

Salah satu langkah yang dikembangkan adalah gerakan pengelolaan sampah berbasis digital melalui aplikasi GreenMu. Gerakan ini diterapkan secara masif mulai dari tingkat ranting, cabang hingga daerah.

“Untuk efektivitas program ini, PDM Banyumas meresmikan pengukuhan 1.014 Satgas GreenMu yang tersebar di tingkat ranting dan cabang,” kata Djohar.

Menurut dia, gerakan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan yang sama, PDM Banyumas bersama Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah menandatangani Nota Kesepahaman. Kerja sama tersebut mencakup program penanaman pohon buah di lahan wakaf seluas 10 hektare.

“Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menjadi kawasan konservasi hijau produktif bagi warga Banyumas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai persoalan lingkungan, mulai dari sampah, pencemaran hingga berkurangnya tutupan hijau, tidak lagi dapat diabaikan.

“Menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari amanah kepemimpinan manusia di bumi serta bentuk tanggung jawab moral kepada Allah SWT dan generasi mendatang,” kata Sadewo.

Ia menyebut Banyumas memiliki pengalaman dalam mengembangkan inovasi pengelolaan sampah. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang semakin berkelanjutan.

Sadewo mengatakan sekitar 77 persen sampah di Banyumas saat ini telah berhasil dikelola. Pengelolaannya pun tidak lagi semata-mata bergantung pada sistem pembuangan akhir atau landfill.

“Sekitar 77 persen sampah di Banyumas telah berhasil terkelola, sementara sisanya terus kita dorong agar dapat ditangani melalui sistem pengelolaan yang lebih baik,” jelasnya.

Sejalan dengan capaian tersebut, Sadewo menyambut baik GreenMu dan mendorong gerakan itu memperkuat konsep Zero Waste to Money, yakni menjadikan sampah sebagai sumber nilai tambah ekonomi.

Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diperkuat dalam sistem pengelolaan sampah di Banyumas. Ia menilai pengelolaan sampah menjadi sumber ekonomi dapat menjadi alternatif dibandingkan hanya mengandalkan pendekatan Zero Waste to Energy.

“Pengelolaan sampah di Banyumas diarahkan agar memberikan nilai tambah ekonomi atau Zero Waste to Money. Pendekatan Zero Waste to Energy memerlukan biaya pengolahan yang jauh lebih tinggi daripada nilai energi yang dihasilkan, sebagaimana yang telah dipelajari dari beberapa daerah lain,” ujarnya.

Sadewo juga mengapresiasi GreenMu yang mengedepankan aksi nyata dan pemberdayaan masyarakat. Ia mendorong pemilahan sampah organik dan anorganik dilakukan secara masif dan sistematis, mulai dari rumah tangga, sekolah, tempat ibadah hingga perkantoran.

Selain pengelolaan sampah, pemanfaatan tanah wakaf untuk kepentingan ekologis juga dinilai memiliki potensi besar. Lahan wakaf Muhammadiyah dapat dikembangkan menjadi kawasan penanaman pohon produktif yang memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi.

Pemberdayaan para ahli dan komunitas juga dinilai penting, termasuk dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah organik secara terpadu.

“Persoalan lingkungan hidup tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian,” tegas Sadewo.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan siap memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan, dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat gerakan pengelolaan lingkungan di Banyumas. Dengan demikian, sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan yang harus dikurangi, tetapi juga dapat dikelola menjadi sumber manfaat ekonomi, sosial dan ekologis secara berkelanjutan.***

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #PERISTIWA #Nasional #ik #lingkungan Banyumas #gerakan lingkungan Muhammadiyah #tanah wakaf produktif #konservasi lingkungan #ketahanan pangan Banyumas #Zero Waste to Energy
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi