Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (18 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
Tak Berkategori 28 Maret 2026, 07:28 WIB 1,265 PDF

BNNK Tana Toraja Bongkar Jaringan Narkoba dari Lapas Bolangi Gowa, 10 Terduga Pelaku Ditangkap, Ada Pegawai BPS Gereja Toraja

Kabiro Luwu
Oleh: Kabiro Luwu • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

BNNK Tana Toraja Bongkar Jaringan Narkoba dari Lapas Bolangi Gowa, 10 Terduga Pelaku Ditangkap, Ada Pegawai BPS Gereja Toraja
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

SULSEL, INFODESANEWS – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan kembali membongkar jaringan peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu yang diduga terhubung hingga luar daerah menggunakan modus penjualan digital dengan sistem tempel paket di berbagai titik. 10 orang terduga pelaku di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara berhasil ditangkap.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian mengatakan bahwa pengungkapan jaringan ini diduga memiliki keterkaitan dengan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Ia menyebut pengungkapan narkoba bermula dari laporan masyarakat tentang adanya peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara yang diduga terhubung hingga luar daerah dengan modus penjualan digital menggunakan sistem tempel paket di berbagai titik melalui media komunikasi instagram.

“Berawal dari laporan masyarakat. Tapi memang sudah lama juga kita pantau jaringan ini, karena memang besar jaringan ini. ltu dia punya alat-alat yang kita ambil, itu dia nempel dalam satu hari itu bisa 200 sampai 300,” jelas Ustim Pangarian, Jumat (27/3/2026).

Lebih lanjut, AKBP Ustim Pangarian menjelaskan bahwa berdasarkan laporan itu, pihaknya melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan diperoleh data dan
jaringan para pelaku peredaran narkoba ini. Tim BNNK Tana Toraja dan BNNP Sulsel pun bergerak melakukan observasi lapangan selama empat hari, dimulai sejak Senin (23/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026), tim berhasil mengamankan 10 orang terduga pelaku.

Dari 10 orang ini, satu diantaranya berinisial K, seorang perempuan muda yang diketahui sebagai tenaga kontrak di kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja. Meski saat penangkapan terhadap CK tidak ditemukan barang bukti, hasil tes menunjukkan yang bersangkutan positif menggunakan narkotika.

Selain itu, sebut Ustim, petugas menemukan riwayat komunikasi dengan jaringan bandar yang berada di dalam lapas, sehingga K diduga masuk dalam jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Bollangi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

“Bandarnya itu di Lapas Bollangi. 10 kita ambil, jaringan itu. Tapi kemungkinan besar tidak semuanya masuk, karena ada yang memang yang pembeli saja, itu juga nanti pendalaman. Kalau memang masuk dalam jaringan ini, kita akan proses hukum lebih lanjut,” ungkap Ustim.

Saat ini, 7 orang telah dikirim ke BNNP Sulawesi Selatan pada 26 Maret 2026 untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Sementara 3 orang lainnya masih menjalani pendalaman di Kantor BNNK Tana Toraja.

Ustim mengungkapkan, bahwa modus operandi yang digunakan tergolong baru, para pelaku menjalankan aksinya melakukan penjualan melalui akun media sosial Instagram. Setelah transaksi, paket narkoba ditempel di 14 titik berbeda di Toraja. Metode ini dikenal dengan sistem tempel. Sebanyak 20 paket disebut telah disiapkan dalam rencana distribusi.

“Semua ini main instagram, jadi agak sulit kita. Kalau kita tidak serius menangani kasus ini, susah kita dapat, karena main Instagram, bukan COD. Jadi kita harus mainkan Instagram terus untuk pantau mereka,” urai Ustim.

Lebih lanjut, Ustim menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku penyalahgunaan narkotika, tanpa memandang latar belakang institusi.

“Mau dalam rumah ibadah, sekolah, kedinasan, bahkan dalam tubuh BNN sekalipun jika terbukti maka kami akan beri pelajaran,” tegasnya.

Hingga saat ini, BNN Tator masih terus melakukan pengembangan untuk memantau peredaran dari jaringan yang disebut masih memiliki beberapa titik peredaran di wilayah Toraja.

“Kiita masih mau kembangkan lagi. Kalau yang di Lapas Bolangi itu sudah jelas. Kita mau kembangkan lagi ini dengan prediksi kuda-kuda yang lain kalau masih ada. Kudanya kita ambil, pa’ tempel-tempelnya juga kita sudah ambil dan kemarin ada satu tambahan tempelan lagi kita ambil, berarti sudah ada 14 tempelan yang sudah kita amankan dari lokasi yang sudah ditempel. Kita kumpul lagi kembali. Jadi ada 14 dari kemarin dari satu orang ini 20 titik,” pungkasnya.**Ben/Yus

Oleh: Kabiro Luwu

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #Tak Berkategori #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Luwu

Kabiro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi