Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
PERISTIWA 01 Juli 2022, 22:52 WIB 886 PDF

43 Kg Sabu Berhasil Digagalkan Polda Banten

admin
Oleh: admin • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

43 Kg Sabu Berhasil Digagalkan Polda Banten
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

BANTEN – Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Banten dan Satresnarkoba Polresta Tangerang mengungkap sindikat besar pengedar narkoba jaringan internasional. Narkoba jenis sabu seberat 43 kg dan pil ekstasi sebanyak 494 butir disita dari 7 tersangka.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga menjelaskan penangkapan para pelaku dilakukan dalam operasi pada Rabu (18/5) hingga Senin (13/6). Jaringan ini terbongkar setelah polisi menangkap pengedar inisial ASY (28) di Cikupa, Tangerang, pada Rabu (18/5) dengan barang bukti 0,25 gram.

“Kemudian pada Senin (13/6) penyidik menangkap tersangka DS (27) di kontrakannya, di Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang sekitar pukul 04.45 WIB,” kata Kombes Shinto Silitonga dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).

Dari penangkapan itu polisi kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap DM (23) dengan barang bukti 17,65 gram. Tak berhenti di situ, polisi melanjutkan pengembangan dengan menangkap tersangka MI di Pasar Kemis pada Sabtu (18/6) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Peyidik menangkap pemasok terbesar tersangka MI dengan menyita 768,4 gram sabu yang dikemas dalam 8 bungkus plastik besar berwarna hitam,” jelas Shinto.

Tak cukup sampai situ, tim kembali melakukan pengembangan dan menangkap kurir berinisial BY (54) di Tol Cikampek pada Minggu (26/6). Pelaku disergap saat mengemudikan mobil.

“Tim melakukan penangkapan lanjutan pada Minggu (26/06) di sekitar Tol Cikampek dengan berupaya memberhentikan satu unit mobil dikemudikan BY (54) dan ditemukan dua kardus berisi 20 bungkus narkoba dan dua tas ransel berisi 20 bungkus narkoba pada mobil dengan kemasan plastik hitam dengan berat 40 kg,” ucap Shinto.

Pada saat bersamaan penangkapan BY, polisi juga melakukan penangkapan terhadap tersangka RBS (26). Selain menangkap RBS, dilakukan penggeledahan di sebuah rumah yang berada di Bekasi.

“Penyidik melakukan penangkapan tersangka RBS ketika itu berboncengan dengan ADS (28) di perumahan Bekasi setelah dilakukan penggeledahan, terdapat beberapa bungkus plastik berisi narkoba jenis sabu seberat 241,89 gram dan plastik hitam berisi 494 butir ekstasi,” ungkap Shinto.

Dari penangkapan para tersangka itu, total 43,2 Kg sabu dan 494 butir pil ekstasi disita polisi. Total ada 7 tersangka yang ditangkap polisi dalam operasi ini.

“Satresnarkoba Polresta Tangerang mengamankan tujuh tersangka antara lain ASY alias Sidik (28), DS alias Deri (27) dan DM alias Martin (23) sebagai pengecer kelas kecil, MI alias Kacol (25) sebagai pengedar klasifikasi sedang, BY alias Kakek (54) sebagai bandar besar yang menyuplai lintas provinsi lintas negara, RBS alias Bonar (26) dan ADS alias Cina (28) berperan membantu menyimpan barang,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tujuh tersangka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana minimal 12 tahun penjara. Shinto menyebut ada kemungkinan tujuh tersangka dipersangkakan tindak pidana pencucian uang Pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 guna memberikan efek jera dengan memiskinkan pelaku. Dengan digagalkannya peredaran narkoba itu, 216 ribu jiwa masyarakat terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba.

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #PERISTIWA #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi