Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 09 September 2017, 18:12 WIB 1,388 PDF

Winarto, Pelopori Terbentuknya Organisasi GOR Seluruh Indonesia

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Winarto, Pelopori Terbentuknya Organisasi GOR Seluruh Indonesia
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

MAGELANG, INFODESANEWS – Manajemen Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta menginisiasi terbentuknya Organisasi Gelanggang Olahraga (GOR) seluruh Indonesia. Organisasi yang belum resmi memiliki nama ini bertujuan sebagai wadah komunikasi antara seluruh pengelola GOR atau stadion di tanah air.

Sebagai langkah penguat proses pembentukan, tidak kurang dari 10 pengelola GOR dan stadion di Indonesia kumpul bersama di Hotel Atria Magelang dengan memanfaatkan momen peringatan Haornas XXXIV tahun 2017 yang dipusatkan di Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, Sabtu (9/9).

Direktur Utama Stadion GBK, Winarto mengatakan, setidaknya ada 12 pengelola stadion yang menjadi inisiator terbentuknya organisasi skala nasional ini. Dari 12 stadion itu, pihaknya sudah mengunjungi sekitar 8 stadion untuk berkomunikasi dan berkoordinasi.

“Mereka sangat menyambut baik inisiatif tersebut, karena memang untuk membangun jaringan satu sama lain. Kedudukan kita sama antara pusat dan daerah. Belum tentu GBK lebih baik dari daerah,” ujarnya dalam jumpa pers usai pertemuan.

Dikatakannya, setidaknya ada tiga fakta menarik seputar pengelolaan stadion atau GOR di Indonesia. Pertama, tingkat pemakaian atau okupansi di hampir semua stadion umumnya masih rendah. Hanya beberapa saja yang barangkali lebih baik dari yang lain.

“Okupansinya bisa dihitung dengan jari. Mayoritas okupansi baru sekitar 15 persen per tahun. Selebihnya, stadion tidak digunakan dan itu sangat disayangkan,” katanya.

Fakta kedua, katanya, dari sisi keuangan untuk pemeliharaan kebanyakan tidak mampu, meskipun banyak yang disokong pemerintah daerah setempat melalui APBD. Hal ini terjadi akibat tingkat okupansi yang rendah, sedangkan biaya pemeliharaan cukup tinggi.

“Fakta ketiga, stadion kebanyakan hanya digunakan untuk kegiatan olahraga saja. Padahal, sejatinya bisa dipakai pula untuk aktivitas lain, seperti seni, budaya, politik, dan lainnya. Stadion bisa jadi kawasan wisata (sport tourism) dan bisnis yang mendatangkan income lebih,” jelasnya.

Ketiga fakta ini dirasakan pula oleh GBK selama ini. Tetapi, mulai saat ini GBK dikonsep lebih dari sekadar tempat berolahraga. Proses renovasi total yang masih dikerjakan pun menerapkan konsep multifungsi tersebut.

“GBK sudah mengarah ke multifungsi dengan menghadirkan fasilitas coffee shop, restoran, tokoh perlengkapan olahraga, dan lainnya. Harapannya, stadion lain pun bisa menerapkan konsep yang sama,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Fatoni yang ikut dalam pertemuan mengaku, mengapresiasi inisiasi pembentukan organisasi stadion ini. Organisasi dinilainya memiliki kedudukan strategis untuk memajukan stadion ke depan.

“Di era sepak bola yang semakin maju, harus diikuti pula oleh manajemen pengelolaan stadion dan GOR yang maju. Melalui organisasi ini kita bisa berkembang dan maju bersama dan saya sepakat stadion memiliki banyak fungsi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya. (Awe)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi