Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KHAZANAH 28 Januari 2023, 03:34 WIB 2,032 PDF

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Marah, Kecam Keras Pembakaran Al Quran di Swedia !

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Marah, Kecam Keras Pembakaran Al Quran di Swedia !
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Ratusan Umat Islam di Solo menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Gladak, Kota Solo, mengecam pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh Rasmus Paludan di Swedia.

Exif_JPEG_420

Dalam aksi tersebut, tampak Ustadz Abu Bakar Ba’asyir turut serta mengikuti serangkaian aksi unjuk rasa tersebut. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir juga sempat berorasi mengecam perbuatan Rasmus Paludan.

“Pada hari ini, kita datang ke sini untuk membela kitab suci Allah yang dilecehkan oleh orang-orang kafir,” kata Ba’asyir saat orasi, pada Jumat (27/1/2023).

Demonstrasi yang diikuti ratusan massa ormas Islam di Solo itu dikoordinasi oleh Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS). Selain berorasi, massa juga membentangkan sejumlah spanduk.

Salah satu pengurus DSKS, Endro Sudarsono mengatakan ada lima tuntutan yang disampaikan dalam aksi demo itu.

Exif_JPEG_420

“Pembakaran Al-Qur’an tersebut sebagai bentuk Islamofobia akut, dan kejadian tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun,” kata Endro.

Berikut lima tuntutan massa dalam aksi tersebut:

  1. Mengutuk keras perbuatan Rasmus Paludan yang telah membakar Al-Qur’an di Swedia.
  2. Mendesak Pemerintah Swedia meminta maaf kepada umat Islam serta segera mengambil langkah tegas dan tuntas atas perbuatan warganya yang dinilai telah melakukan penodaan terhadap agama Islam dan melanggar HAM tentang kebebasan beragama. 
  1. Meminta PBB ikut peduli dan bertindak nyata terhadap Pemerintah Swedia. Resolusi PBB 15 Maret 2022 telah menegaskan dunia harus bertempur melawan Islamofobia.
  1. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk memanggil Duta Besar Swedia dan menyampaikan kecaman atas terjadinya pembakaran Al-Qur’an. Bila perlu memulangkan Duta Besar Swedia untuk Indonesia ke negara asalnya serta meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memutus hubungan diplomatik dengan negara Swedia.
  1. Mengajak seluruh masyarakat internasional khususnya muslimin di dunia untuk memboikot produk negara Swedia. (*/rf/red slo)
Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi