Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
DUNIA BISNIS 10 Desember 2025, 09:26 WIB 974 PDF

Uniknya Warung Makan Pak Rudi 21, Makan Kenyang Cuma Rp5000, Ternyata Dulunya Jualan Ciki ciki

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Uniknya Warung Makan Pak Rudi 21, Makan Kenyang Cuma Rp5000, Ternyata Dulunya Jualan Ciki ciki
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SUKOHARJO – INFODESANEWS | Warung Makan Pak Rudi 21 adalah salah satu tempat kuliner menyajikan berbagai menu, dimasak menggunakan tungku api tradisional.

Warung makan yang berada di Dukuh Godegan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo ini sudah berdiri sejak 2002 silam. Sang pemilik warung, Rudi, bilang dulunya ia hanya membuka jasa persewaan gime PlayStation.

“Ada salah satu anak yang main (PlayStation) itu mengusulkan, coba jualan makanan saja. Awalnya saya hanya jualan ciki-ciki,”ungkapnya.

Sesuai namanya, Warung Makan Pak Rudi menyediakan 21 jenis masakan, di antaranya sambal tumpang, sayur loncom, sayur asem, oseng kacang panjang, rica-rica, dan pecel.

“Dinamakan 21 karena kita makan tiga kali sehari, terus kan dikali tujuh hari. Jadi satu minggu bisa makan berbeda-beda,”terang Rudi.

Semua menu di sini disajikan secara prasmanan sehingga pembeli bisa bebas memilih menu disukai. Konsumen juga bisa melihat langsung proses memasak sayur dan lauk yang ada.

Keunikan lainnya di Warung Makan Pak Rudi 21, yakni hanya dengan membayar Rp5000 untuk bisa menikmati berbagai macam sayur. Namun, apabila makanan yang diambil tidak habis, konsumen harus bayar Rp7000 untuk sayur yang diambil.

Soal omzet Rudi mengaku setiap hari mampu mengantongi Rp9 juta hingga Rp10 juta. “Dulu biasanya hanya Rp2 juta sampai Rp2,3 juta, tapi sekarang sudah naik tiga hingga empat kali lipat,” akunya.

Adapun untuk melayani konsumen yang datang, Rudi dibantu 21 karyawan. “Khusus untuk juru masak, saya ambil dari orang yang biasa masak di hajatan,” kata dia.

Warung Makan Pak Rudi 21 buka mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB atau sampai habis. Rudi menyebut, ia juga memiliki satu warung cabang di Desa Baki. (Redslo)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #DUNIA BISNIS #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi