Kamis, 24 September 2026
INFODESA 09 Februari 2026, 06:25 WIB 2,097 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Tokoh Masyarakat dan BPD Desak Kejari Luwu Utara Periksa Kades Hoyane Seko

Jurnalis / Kontributor: Kabiro Luwu
Jumlah Tayang: 2,097 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tokoh Masyarakat dan BPD Desak Kejari Luwu Utara Periksa Kades Hoyane Seko
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

SULSEL, INFODESANEWS | Masyarakat Desa Hoyane, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), menyoroti kinerja Kepala Desa Hoyane, Dominggus Paonganan, terkait penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dikucurkan sejak Tahun 2021 hingga Tahun 2025.

Dok. Ketua BPD Yason Suba

Ketua BPD Hoyane, Yason Suba, saat ditemui di kediamannya mengeluhkan soal transparansi anggaran yang hingga saat ini tidak jelas besarannya pertahun.

“Papan informasi anggaran tidak pernah di pajang oleh kepala Desa sebagai kuasa pengguna anggaran” ungkap Yason, Sabtu (4/2/2026).

Ia mengakui bahwa sejak periode Kepala Desa Tahun 2021, APBDes tidak diketahui hingga sampai saat ini, masyarakat Desa Hoyane belum tahu apa saja program pertahunnya dan berapa besaran anggarannya.

“Saya tidak pernah melihat APBDes dan besaran anggaran pertahunnya yang masuk ke Desa Hoyane masyarakat tidak tahu sampai saat ini,” paparnya.

Ironisnya, kata dia, sejumlah item pekerjaan Tahun Anggaran 2023 dan 2024 dikerja sepotong tidak selesai hingga saat ini.

“Anggaran Tahun 2023, drainase jalan penghubung Polipuang-Patahe belum selesai dan juga drainase di lorong sekolah Tahun 2024 juga belum selesai,” tutur Yason.

Olehnya, Yason mendesak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Luwu Utara segera turun memeriksa penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) mulai periode tahun 2021 sampai 2025 karena menurutnya teguran secara lisan BPD tidak pernah diindahkan oleh Kepala Desa.

Ditempat terpisah, Tokoh Pemuda Desa Hoyane, Hendra Bangai juga meminta kepada Kejaksaan Negeri Luwu Utara untuk segera mengusut tuntas penggunaan Anggaran Dana Desa Hoyane.

“Kami berharap pihak aparat penegak hukum, Kejaksaan Negeri Luwu Utara segera melakukan pemeriksaan terhadap kepala Desa Hoyane Kecamatan Seko, Luwu Utara,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Desa Hoyane, Dominggus Paonganan, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kendala yang dihadapi adalah material lokal yang harga sudah tidak sesuai RAB.

“Saya kesulitan di pengadaan material lokal karena harga di RAB sangat dibawah dari harga umum, sehingga masyarakat lebih memilih angkut material ke bangunan pribadi ketimbang ke fasilitas umum yang dibangun” ungkap Dominggus.

Sekadar diketahui, Desa Hoyane adalah penghasil kakao terbesar di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara ,Provinsi Sulawesi Selatan yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat, namun akses yang sangat ekstrim mengharuskan warga untuk mengangkut hasil pertanian ke Sulawesi Barat karena akses jalan lebih dekat untuk mengangkut hasil pertanian dengan menggunakan kuda.**Yustus.

Iklan Penulis & Sponsor Pemerintah Kabupaten Blora - Dinas PMD Dirgahayu RI Ke-81

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu

Kabiro Luwu

Kepala Biro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi