Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 21 April 2023, 21:39 WIB 1,091 PDF

Tokoh Eksponen 66 Solo Pertanyakan Konsep TRISULA WEDHA

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tokoh Eksponen 66 Solo Pertanyakan Konsep TRISULA WEDHA
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO, INFODESANEWS | Salah satu Tokoh Eksponen 66 Solo Usman Amirodin meminta penjelasan terhadap gagasan TRISULA WEDHA yang dilontarkan Pencipta Sistem Solusi Nasional Hariono S. Notonegoro di beberapa media nasional, karena konsep tersebut dianggap belum memberikan solusi konkrit.   “Saya minta dijelaskan konsep operasionalnya seperti apa tidak dapat memberikan gambaran, jawabnya nanti kalau jadi presiden,” ujarnya pada Jumat (21/4/2023).

Usman Amirodin mengatakan bahwa istilah TRISULA WEDHA pertama kali yang memunculkan adalah Prabu Jaya Baya dalam ramalannya Jaya Baya, yaitu antara lain munculnya Satria Piningit.

“Pertemuan saya dengan bapak Hariono S Notonegoro dengan para aktivis pergerakan dirumah saya beberapa waktu lalu, terkesan ada keinginan maju sebagai calon presiden. Semangat beliau didasari munculnya banyak kegaduhan dalam berbagai aspek kehidupan yang justru muncul dari istana, contohnya politik belah bambu khususnya diinternal umat Islam, membajak partai politik, menabrak konstitusi dan UU, korupsi kolusi dan nepotisme, serta masih banyak kasus kasus lainnya,” ungkapnya.

Menurut Usman, langkah Hariono S Notonegoro boleh dibilang sangat cerdas untuk memperbaiki keadaan yang carut marut. Karena ini dianggap sebagai langkah awal memperbaiki moral dan memberantas korupsi.

“Saya tertarik dengan semangat memperbaiki moral yang saat ini banyak melanda para penyelenggara negara. Sayangnya ketika saya minta konsep yang digunakan untuk membangun akhlaq yang baik, beliau belum memberikan solusi yang konkrit,” tegasnya.

Usman lebih lanjut menjelaskan ketika pihaknya menawarkan dengan menggunakan pendekatan agama nampak kurang mendapat respon.

“Ini saya sayangkan karena bagi saya hanya dengan pendekatan agama yang dijalankan dengan benar akan mampu membangun akhlaq yang baik karena dalam agama ada sangsi akhirat. Saya khawatir seandainya beliau memimpin negara akan mengabaikan peran agama yang bagi saya hanya agamalah yang mampu membangun manusia beradap,” pungkasnya. (red slo)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi