Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 19 Juni 2024, 19:48 WIB 2,475 PDF

Tidak Ada Kejelasan Warga Karanggeneng Lapor APH

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tidak Ada Kejelasan Warga Karanggeneng Lapor APH
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Lebih dari 30 warga petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tertipu total Puluhan juta rupiah. Para patani hutan yang rata-rata sudah berusia lebih dari setengah abad tersebut awalnya diiming-imingi bisa memiliki sertifikat tanah milik Perhutani dengan nominal biaya bervariasi.

Menurut salah satu anggota KTH berinisial Parjo menuturkan awalnya ada sosialisasi dari ketemu Mawardi sekitar bulan September akhir di Desa Karanggeneng di rumah bapak Parimin dengan pokok pembahasan program lahan perhutani wilayah Bradak, pembahasan akan mendapatkan lahan perhutani seluas 2 hektar

Mawardi mengajak menuju Lokasi lahan perhutani wilayah Bradak (di Timur Ds. Bel Petak 156) dan pembahasan biaya untuk menguras SK untuk berangkat ke Jakarta tujuan menemui ibu Siti Nurbaya, Erick Tohir dan bapak presiden di istana negara, meminta ongkos 650 ribu perorang sebanyak 32 orang

“Pada tanggal 19 september 2022 Mawardi seketika warga-warga tersebut mengadakan pertemuan pos perhutani wilayah berbak yang dihadiri mantri, mandor, waka, polhut, babinsa, babinkemtinas atas undangan perhutani dengan pokok pembahasan pembagian lahan dari perhutani terkait dengan lahan Garapan warga yang di jorder/garap tebu petak 156,” terangnya kepada infodesanews.com, Rabu (19/6/2024)

Lanjutnya, setelah ada pembagian lahan dari perhutani Mawardi menghilang lost kontak tidak bisa dihubungi.

“Setelah beberapa tahun tidak ada kejelasannya, hari ini melakukan pelaporan di SPKT Polsek Kunduran dengan beberapa perwakilan dari warga Karanggeneng,” ujarnya

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi