Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (13 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 11 November 2017, 06:22 WIB 1,163 PDF

Temukan Nenek Telantar Anggie Usaha Temukan Keluarga

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Temukan Nenek Telantar Anggie Usaha Temukan Keluarga
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, Infodesanews.com – Pesona Semarang sebagai salah satu destinasi warga mengais rejeki menyisakan sisi lain dalam fenomena sosial. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasie TSPO Anggie Ardhitia saat mengunjungi pasien yang ditangani kasusnya oleh dinas sosial. TPD menemukan seorang nenek yang dalam kondisi pingsan luka di dagu, hidung, pipi. Pada pelipis tampak sedikit memar. Anggie berharap penanganan kasus orang tua telantar ini bisa tuntas seperti dua kasus sebelumnya, “Kita bawa dulu dari rumah sakit ke panti sementara itu nanti kita usahakan agar diketemukan siapa keluarganya dan segera diambil untuk dirawat sebagaimana mestinya” kata Anggie depan nurse station RS Wongsonegoro Ketileng Semarang semalam (11/11/17).

Kronologi
Seorang nenek dengan sebuah tas berisikan dua lembar pakaian dan sebuah handuk kecil tanpa identitas ditemukan di seputar jalan Saptamarga RT 6 RW 1 Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang. Seorang warga mendapati seorang nenek dalam kondisi tertelungkup (jatuh tersungkur). Dinar Ahmad Nur Rohim (26) warga setempat menemukan ibu tersebut sudah jatuh (posisi tersungkur) pada 10.30 WIB dengan darah yang masih mengalir dari luka kondisi shock langsung dibawa ke rumah salah satu warga.

Saat di rumah warga nenek tersebut sempat mendapat perawatan berupa dibersihkan area luka dan diberi obat luka kemudian dibungkus dengan perban. Dalam waktu sekitar 60 menit nenek tersebut mengalami demam, suhu tubuhnya panas dan oleh warga segera diberikan parasetamol untuk menurnkan demamnya. Karena demamnya tidak kunjung turun warga langsung melaporkan hal tersebut pada ketua RT setempat. Insiden tersebut segera disampaika ketua RT pada PSM wilayah setempar Nur Aulia dan Aniyah. Setelah melihat kondisi korban dirasa perlu mendapat penangan lanjutan secara medis maka segera menghubungi TKSK Tembalang Dwi Supratiwi lalu datanglah ambulan hebat.

Para pekerja sosial masyarakat tersebut bersama kasi Kesos Tembalang Poni Rahmawati mendampingi korban hingga IGD RSUD Wongsonegoro Ketileng. Setibanya di RS Wongsonegoro Ketileng Semarang perawat dan dokter segera merawat korban dan dinyatakan perlu rawat inap. Dalam penanganan kasus tersebut Poni mengambil gambar (foto) korban dan dikirim ke beberapa Babinkamtibmas untuk dilakukan penelusuran di kelurahan terdekat dengan harapan bila ada yang mengenali korban bisa segera menghubungi ke nomor terkait.

Dalam pendampingan para sukarelawan selama di rumah sakit didapati nama suaminya Yohanes Bambang Nurkuat dan Yohanes Sulih Hartanti Wibowo anaknya yang berprofesi sebagai Guru SMA dekat gereja. Korban justru bingung saat ditanya tentang Maria (sebelumnya menyebut nama anaknya Maria saat bertanya pada warga tentang anaknya).

Menurut kesaksian beberapa warga korban sempat bertanya-tanya pada warga perihal anak perempuannya yang mengajar di sebuah SMA yang berdekatan dengan Gereja. Sholeh (35) salah seorang warga setempat menceritakan saat dirinya membuka warung di senin (6/11) pagi dihampiri ibu tersebut. Kepada Sholeh ibu tersebut bertanya tentang anak perempuannya yang menjadi guru SMA Deket Gereja nama anaknya Maria …. (Lupa nama lengkapnya) Saat ibu tersebut ditanya dari mana asalnya dijawab dari Purworejo. Tapi tidak bisa menjawab secara detail tentang desa ataupun kecamatan asalnya. (rifqi/yono)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi