Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (18 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 19 Maret 2018, 19:00 WIB 1,306 PDF

Tawajjuhan Akbar Ke-8 PP Futuhiyyah Mranggen Dihadiri Puluhan Ribu Jamaah

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tawajjuhan Akbar Ke-8 PP Futuhiyyah Mranggen Dihadiri Puluhan Ribu Jamaah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Demak, Infodesanews.com – Lebih dari 20 ribu jamaah yang menjadi murid thariqah Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah menghadiri tawajjuhan akbar yang digelar di Ponpes Futuhiyyah, Mranggen, kemarin (17/03/18). Mereka memenuhi masjid, halaman dan pelataran yang ada di pesantren Futuhiyyah. Bahkan meluber ke luar are pondok pesantren hingga memadati seluruh ruang kosong di sepanjang jalan Suburan Barat, Suburan Timur, dan jalan sebelah selatan menuju arah makam keluarga Futuhiyyah yang menyambung ke jalan Suburan Tengah. Hal ini menunjukkan bahwasanya pesantren yang berusia lebih dari satu abad dengan berbagai inovasi perkembangan yang ada tetap memiliki ruang di hati umat islam Indonesia. Tawajjuhan merupakan sebuah majlis pertemuan antara guru thariqah dengan murid yang pada umumnya digelar rutin sekali dalam sepekan namun oleh para guru thariqah di Futuhiyyah dikemas dalam bentuk Tawajjuhan Akbar.

Tawajjuhan MTQNM (Majelis Tariqah Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah Mranggen) tergolong sebagai majlis tua di Jawa Tengah dan bahkan di Indonesia dengan mursyid utamanya KH Muslih bin Abdurrahman bin Qosidil Haq (alm) yang juga pendiri JATMAN (Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah). Menurut data dari daftar hadir panitia, mereka yang hadir dalam tawajjuhan akbar ke-8 bukan hanya dari wilayah Jateng, DIY, Jatim, Jabar, DKI Jakarta saja, namun terdapat pula dari Lampung, Palembang, Jambi, dan Kalimantan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Simtudduror dilanjutkan dengan pembacaan manaqib oleh para khalifah thariqah. Sementara Muryid Tariqah Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah KH M Hanif Muslih sebagai pembimbing tawajjuhan akbar yang digelar 4 tahun sekali tersebut. Diterangkan, tawajjuhan akbar dimaksudkan untuk mempererat tali silaturrahmi mursyid dan khalifah yang mengambil sanad dari Mranggen. 7 khalifah yang dipercaya membaca manaqib antara lain KH Zaini Mawardi, KH Ahmad Zen Muthohar, KH Ubaidillah Karyadi, KH Maksum Dahlan, KH Masruhin Shonhaji, KH Ahmad Hambali Mahfudz, dan KH Khozin.

Ketua panitia tawajjuhan akbar KH Muhlisin Bisri mengatakan, silaturahmi penganut tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah secara rutin digelar di minggu terakhir pada bulan Jumadil Akhir. ”Tawajuhan akbar ini bertujuan untuk menyeragamkan amalan tarekat Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah, agar sesuai amalan yang diamalkan oleh Kiai Muslih bin Abdurrahman. Pasalnya ada beberapa mursyid, khalifah dan muridin-muridat, mengamalkan tarekat ini tidak sesuai dengan amalan Kiai Muslih,” terangnya.
Diungkapkan, selain tawajjuhan, kegiatan tersebut dimanfaatkan pula sebagai ajang silaturahmi, forum pertemuan murid dengan guru, dan sesama murid dari berbagai penjuru tanah air. Dengan demikian MTQNM berfungsi menjaga hubungan antar sesama umat islam dan juga hubungan dengan Sang Khaliq. Memperhatikan antusias jamaah yang setiap tahun terus bertambah, dia berharap tawajjuhan akbar yang merupakan agenda tahunan ini dapat terus terlaksana secara rutin pada tiap tahun.

Sementara itu Kiai Syarofuddin yang menyampaikan tausiah mengatakan, selama di dunia ini masih ada yang berzikir atau menjalankan amallan Ahlu thariqah, kiamat masih akan lama terjadi. ”Tetapi jika tidak lagi ahli zikir, maka bertanda kiamat akan segera datang,” tuturnya.Dijelaskan hati seseorang bisa mengalami ”karatan”, sebab banyak dosa. Karena itu cara mengobatinya dengan hanya dengan membaca Alquran, mengingat mati, dan menghadiri majlis dzikir. (Q)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi