Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
LIFESTYLE 01 November 2020, 06:44 WIB 525 PDF

Tampilan Memikat Pamikatsih

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Tampilan Memikat Pamikatsih
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

KLATEN – INFODESANEWS.COM, Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan anggota sanggar seni Bandung Bondowoso di Desa Gondangan Jogonalan Klaten untuk menggelar pertunjukan seni tradisi kethoprak dengan lakon Ki Ageng Mangir Wanabaya (Tudasmara Pamikatsih), walau demikian, mereka menerapkan protokol kesehatan secara ketat (Sabtu, 31/10).

“Pergelaran ini untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus penampilan perdana divisi kethoprak sanggar seni Bandung Bondowoso yang telah berlatih rutin selama dua bulan terakhir,” ungkap Marsono Purwo Atmojo, pimpinan sanggar.

Marsono menambahkan bahwa sanggar seni Bandung Bondowoso berupaya untuk senantiasa melestarikan, mempertahankan dan mengembangkan seni budaya agar tetap eksis menapaki perkembangan jaman.

Penampilan kethoprak dengan alur cerita konflik yang terjadi di tanah perdikan Mangir dikemas secara indah dan dipentaskan dengan sukses oleh seniman muda yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Klaten.

“Lakon ini meluruskan asumsi bahwa Ki Ageng Mangir Wanabaya ngraman kepada Mataram. Karena secara nyata terbukti bahwa Ki Ageng Mangir tidak memberontak. Tanah perdikan Mangir sejak Brawijaya Pamungkas telah ditetapkan sejajar dengan Mataram, Ponorogo pada masa Bethara Katong maupun Gunung Sewu pada masa Lembu Amisani. Ki Ageng Mangir Wanabaya merupakan pribadi yang teguh pada pendiriannya dan pemimpin yang hebat pada masanya,” papar Darwin Adinegoro, sutradara pentas.

Pertunjukan kethoprak yang dirindukan dan memikat warga sekitar sanggar, ternyata mendapatkan apresiasi dari pasangan calon Bupati Klaten, Arif Budiyono dan Harjanta yang turut menyaksikan.

Bahkan, mereka berdua didaulat menjadi duta seni budaya oleh sanggar seni Bandung Bondowoso. Dalam kata sambutannya, Arif Budiyono menegaskan bahwa pondasi pembangunan salah satunya adalah karakter masyarakat yang dibangun melalui pergulatan budaya.

“Budaya harus senantiasa diasah dan menjadi bagian integral dengan masyarakatnya. Semua stake holder harus bersatu padu mengawal keberadaan seni budaya agar tumbuh berkembang di tengah masyarakatnya,” pungkas Arif Budiyono. (Kun Prastowo/her)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #LIFESTYLE #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
2 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi