KUDUS, INFODESANEWS – Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) meluncurkan sebuah terobosan strategis dengan menggagas sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat untuk mendorong ekonomi hijau dan ketahanan pangan. Gagasan ini diwujudkan dalam Gerakan Hijau Nasional yang bertujuan memberikan manfaat nyata hingga tingkat desa.
Inisiatif ini tidak lahir dari ruang hampa. Kekuatannya berakar dari praktik nyata, seperti yang dijalankan oleh Anggota SWI DPD Kudus, Rochmad Taufiq, dengan konsep integrated farming ‘Nabung Pisang’ dan ‘Nabung Ayam’ di Kudus. Gagasan ini semakin matang berkat diskusi intensifnya dengan Prof. Dr. Ir. Supriyat Nasir, M.B.A., seorang visioner strategi ekonomi kerakyatan.
“Melalui gerakan ini, SWI mendorong program penghijauan desa, budidaya komoditas produktif, penguatan UMKM hijau, kampanye ketahanan pangan, dan pendampingan publikasi bagi desa dan petani. SWI yakin, pers dapat menjadi jembatan antara rakyat dan program pembangunan pemerintah,” tegas Plt. Ketum/Sekjen SWI, Ir. Hery Budiman.
Komitmen SWI diwujudkan melalui serangkaian persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) SWI pada 22-25 Mei 2026 di Boyolali. Dua rapat strategis telah digelar: Rapat Panitia Munas di Jakarta (27 November 2025) untuk mematangkan tema “Pers Mengabdi untuk Negeri”, dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Jawa Tengah di Kudus, yang mengonsolidasikan dukungan penuh dari seluruh jajaran.
Munas 2026 nanti tidak hanya menjadi ajang organisatoris, tetapi juga momentum pencanangan program-program konkret, antara lain:
· Program Nabung Pisang Nasional
· Program Jagung 20.000 Hektar
· Program Vanili 200 Hektar
· Pengembangan Wood Pellet dan Silase Nasional
· Integrasi Pisang dan Ternak Ayam
· Gerakan Penghijauan Nasional SWI
Program-program tersebut akan melibatkan multipihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, akademisi, dan stakeholder terkait.
Dengan langkah strategis ini, SWI menegaskan peran baru pers Indonesia: tidak hanya mengabarkan berita, tetapi juga aktif menginspirasi, mengedukasi, dan menggerakkan perubahan nyata untuk kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan bangsa.**Red