Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
LIFESTYLE 16 September 2022, 17:11 WIB 1,340 PDF

Stres Saat Mengasuh Anak Tak Selalu Berdampak Buruk, Ini Penjelasan Psikolog

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Stres Saat Mengasuh Anak Tak Selalu Berdampak Buruk, Ini Penjelasan Psikolog
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

JAKARTA, INFODESANEWS – Mengasuh dan mengawasi tumbuh kembang anak tidaklah mudah. Orangtua kadang dilanda stres karenanya.

Namun, stres tak selamanya berdampak buruk. Malah kadang dibutuhkan. Demikian dikatakan Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog dalam acara Mo Ma Mi #TogehterWithMiEvent di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

“Stres itu dibutuhkan loh, dalam kadar yang tepat. Kalau tidak, malah jadi tidak ngapa-apain dan bersikap tidak peduli,” ungkap Saskhya di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Namun, stres dalam batas yang wajar diperlukan agar dapat selalu termotivasi untuk melakukan parenting yang baik.

Lalu bagaimana mengelola stres agar tidak berlebihan? Hal pertama yang harus diperhatikan menurut Saskhya adalah menyadari keberadaan support system yang ada di sekitar kita.

Bisa saja dari orang-orang terdekat seperti pasangan, orangtua dan saudara. Setiap orangtua perlu menyadari jika mereka punya support system yang bisa membantu.

Kedua, bila diperlukan hadirkan support dari ahli atau pihak profesional. Keberadaan dari dua orang ini diharapkan bisa membantu melewati masalah.

“Bisa dari dokter, psikolog, konsultasi, termasuk sekolah,” katanya lagi.

Ketiga, perlu untuk melakukan me time. Namun yang perlu diingat saat me time, bukan berati harus selalu melakukan apa yang disuka. Menurut Saskhya, kadang apa yang disukai belum tentu banyak manfaatnya.

“Misalnya, mau jajan dan makan terus. Padahal perilaku kita bisa dipengaruhi dari apa yang dimakan. Ada hormon kecemasan yang ditrasnfer dari pencernaan kita,” paparnya.

Oleh karena itu, dibutuhkan pula memanajemen pola makanan agar tidak mengalami stres berlebihan.***

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #LIFESTYLE #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi