Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
NASIONAL 21 Oktober 2017, 04:57 WIB 1,348 PDF

Sowan, Rombongan Bu Nyai Dapat Wejangan Gus Mus

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sowan, Rombongan Bu Nyai Dapat Wejangan Gus Mus
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

SEMARANG, INFODESANEWS – Napak tilas sejarah dengan berziarah dan bertandang “sowan” Kiai sepuh merupakan tradisi khas Islam Nusantara. Jama’ah Shalawat dan Dzikir Jaga Gawang Aswaja Semarang merupakan sebuah perkumpulan pengajian ibu-ibu yang diprakarsai para Ibu Nyai (Isteri Kiai) yang ada di kota Semarang. Jaga Gawang Aswaja kemarin (20/10/17) melaksanakan ziarah bersama dan sowan guru (Kiai Sepuh) sebagai salah satu rangkaian kegiatan menyambut harlahnya yang kedua.

Berangkat dari Hotel Pandanaran Semarang pagi (06.00) rombongan bus berisikan 46 Bu nyai langsung menuju ke Makam Raden Patah dan Sunan Kalijaga Demak, Mbah Sambu beserta beberapa makam Kiai Khas (Kiai yang dianggap memiliki kelebihan khusus di masa hidupnya)

Sekilas tentang Mbah Sambu atau Sayyid Abdurrahman Basayaiban adalah putera Pangeran Benawa, putera dari Jaka Tingkir atau yang bergelar Sultan Hadiwijaya Raja Kerajaan Pajang, cikal bakal Kerajaan Mataram Islam yang juga menjadi menantu Sultan Trenggono Raja Demak. Mbah Sambu merupakan tokoh yang berjasa dalam syiar (menyebarkan) agama Islam di Lasem yang saat itu meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Rembang, Pati sampai Jepara. Atas jasanya menjaga stabilitas keamanan itu Mbah Sambu yang juga menantu Adipati Lasem diberi tanah perdikan kampung Kauman termasuk lokasi sekarang dijadikan Masjid Jami’ Lasem.

Selanjutnya rombongan menuju kediaman Kiai Kharismatik yang akrab disapa Gus Qoyyum Mansur. Dalam menyambut tamu dari Semarang Gus Qoyyum mengingatkan tentang peranan seorang Ibu sebagai _madrasatul ula_ (pendidikan yang pertama dan utama) bagi anaknya.

Perjalanan selanjutnya adalah bertandang sowan K.H. A. Musthafa Bisri. Ulama karismatik dan multitalenta yang akrab dengan nama Gus Mus. Oleh Gus Mus rombongan mendapatkan wejangan tentang doa seorang ibu. Wejangan doa seorang ibu makbul (diterima dan dikabulkan) karena itu doanya juga makbul maka seorang ibu wajib mendoakan anak-anak dan suami. Selain itu beliau juga mengingatkan untuk membaca sholawat setiap saat, terlebih lagi setiap malam Jum’at dapat menghatamkan maulid burdah (sebuah kitab berisikan nadzam syair-syair keagungan Nabi Muhammad SAW) sebagai salah satu wasilah (perantara) untuk dapat satu majlis dengan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam di surga.

Dalam rangka Peringatan Hari Lahir Jaga Gawang Aswaja menurut rencana akan diadakan festival 1000 rebana. Atas arahan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 oktober meski HUT pada 24 oktober 2017 mengingat banyaknya agenda yang mesti disupport oleh pemerintah.

Jaga Gawang Aswaja dalam rintisan dan eksistensinya lebih banyak dimotori oleh Trio Bu Nyai Semarang Nyai Hj Aminah Hadlor, Nyai Hj Afifah Adnan, Nyai Hj Umi Faidah Zaid. Ketiganya rajin berjibaku mulai terbentuk dari tanggal 24 oktober 2015 hingga sekarang mencapai ribuan jamaah.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi