Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
LIFESTYLE 22 September 2024, 18:16 WIB 1,270 PDF

Socrates: Sang Pionir Filsafat Barat yang Tak Terlupakan

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Socrates: Sang Pionir Filsafat Barat yang Tak Terlupakan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Sejarah – Socrates adalah salah satu filsuf terbesar dalam sejarah, lahir sekitar tahun 470 SM di Athena, Yunani.

Dikenal sebagai pendiri filsafat Barat, pemikirannya memiliki dampak yang mendalam terhadap perkembangan filsafat dan pemikiran kritis di seluruh dunia.

Socrates dikenal karena metode dialognya yang unik, dikenal sebagai metode Socratic.

Metode ini bertujuan untuk merangsang pemikiran kritis dan mengajak orang untuk mempertanyakan asumsi mereka.

Ia percaya bahwa melalui pertanyaan dan diskusi, seseorang dapat menemukan kebenaran. Meskipun Socrates tidak meninggalkan tulisan-tulisan, ajarannya diketahui melalui karya muridnya, Plato.

Dalam dialog-dialog Plato, Socrates sering digambarkan sebagai karakter yang menantang pendapat orang lain dan berusaha mengungkap kebodohan mereka.

Salah satu ajaran paling terkenal dari Socrates adalah pentingnya mengakui kebodohan sendiri.

Ia berpendapat bahwa pengakuan ini merupakan langkah pertama menuju pengetahuan sejati.

Socrates juga menekankan pada pencarian kebaikan moral, mendorong orang untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang tinggi.

Sayangnya, pemikiran Socrates tidak selalu diterima dengan baik di masyarakat Athena.

Ia dieksekusi pada tahun 399 SM setelah dituduh merusak moral pemuda dan tidak mempercayai dewa-dewa kota.

Meskipun dihadapkan pada kematian, Socrates tetap teguh pada keyakinannya dan memilih untuk menerima hukuman daripada melawan prinsip-prinsip yang dianutnya.

Warisan Socrates hidup melalui pemikiran dan ajaran filsafat yang terus dipelajari dan diperdebatkan hingga kini.

Metode Socratic telah menjadi alat penting dalam pendidikan, mendorong siswa untuk berpikir kritis dan mandiri. Pemikiran etisnya juga menjadi dasar bagi banyak filosofi moral modern.

Socrates bukan hanya seorang filsuf, tetapi juga simbol dari pencarian kebenaran dan kebaikan.

Melalui ajarannya, kita diingatkan akan pentingnya mempertanyakan dan mencari pengetahuan, serta menjalani hidup yang bermakna.*Red/Adi.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #LIFESTYLE #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi