Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (17 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 21 November 2017, 21:50 WIB 2,337 PDF

Sistem E-Budgetting Potong Kesempatan Korupsi Dana Desa

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Sistem E-Budgetting Potong Kesempatan Korupsi Dana Desa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JAKARTA, Infodesanews.com – Pemerintah terus berupaya menekan penyimpangan anggaran di berbagai program pembangunan dengan penggunaan e-budgetting. Salah satunya dengan peluncuran Government Cloud Simral oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dengan sistem tersebut maka berbagai program pembangunan termasuk alokasi dana desa bisa diawasi secara real time. Diharapkan sistem ini akan menekan potensi penyimpangan pengelolaan Dana Desa.

“Korupsi ini terjadi karena ada kebutuhan dan kesempatan. Kebutuhan selalu ada, nah kita kurangi kesempatan. Dengan Simral (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan) dan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa) kita harap bisa mengurangi kesempat. Selain itu kita juga libatkan polisi, kejaksaan, dan NGO untuk mengawasi,” ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, di Kantor BPPT, Jakarta, Selasa (21/11).

Menteri Eko mengatakan, hadirnya Simral adalah untuk dikombinasikan dengan Siskeudes guna memperkuat tata kelola keuangan desa. Yang mana, Siskeudes sendiri adalah sistem keuangan yang telah digunakan sebanyak 70 persen desa di Indonesia.

“Untuk Simral kita sedang mengembangkan bersama BPPT. Sekarang masih menggunakan  Siskeudes yang dibuat oleh KPK. Saya sudah tentukan bahwa BPPT tidak membuat aplikasi baru, tapi bagaimana mengkombinasi antara Siskeudes dan simral,” paparnya.

Menteri Eko melanjutkan, pembenahan tata kelola administratif sangat penting untuk menjalankan program-program dengan baik. Selanjutnya program-program tersebut akan cepat berjalan jika dikombinasikan dengan kecanggihan teknologi.

“Teknologi sangat penting, salah satunya untuk mempercepat. Sekarang ini kan bukan yang kuat mengalahkan yang lemah, tapi yang cepat mengalahkan yang lelet,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT, Hammam Riza menjelaskan, cloud simral sendiri merupakan aplikasi sistem teknologi informasi yang mengintegrasikan data perencanaan, penganggaran, pengelolaan keuangan, dan kinerja serta laporan pertanggungjawaban kegiatan. Menurutnya, sistem ini sebenarnya telah dikembangkan oleh beberapa daerah namun cenderung tidak terintegerasi.

“Masing-masing daerah mengembangkan sendiri-sendiri. Kami berpikir memperluas, karena begitu banyak desa di negara kita. Sehingga inilah yang memotivasi kami untuk e-budgetting, e-planning, untuk diaplikasikan di seluruh desa,” ujarnya.

“Desa sudah bisa pakai Siskeudes, nah BPPT berusaha mengintegerasikan ini. Karena pada dasarnya datanya sama,” lanjutnya.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi