Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
INFODESA 11 September 2026, 17:23 WIB 458 PDF

Shalat Istisqa’ di Merbau Mataram, Dwi Riyanto: Perbanyak Istighfar dan Introspeksi

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Shalat Istisqa’ di Merbau Mataram, Dwi Riyanto: Perbanyak Istighfar dan Introspeksi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Lampung, ditambah dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), mendorong masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual dengan melaksanakan Shalat Istisqa’ atau shalat meminta hujan secara serentak, Kamis (10/9/2026).

Di tingkat Provinsi Lampung, Shalat Istisqa’ dilaksanakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani bersama jajaran di halaman Kantor Gubernur Lampung. Sementara di Kabupaten Lampung Selatan, kegiatan serupa digelar Pemerintah Daerah bersama jajaran di halaman MAN 1 Lampung Selatan.

Pelaksanaan Shalat Istisqa’ juga berlangsung di sejumlah kecamatan di Lampung Selatan, termasuk Kecamatan Merbau Mataram yang menggelarnya di halaman Masjid Nurul Iman, Desa Triharjo.

Shalat tersebut dihadiri Camat Merbau Mataram Ricky Randa Belpama bersama jajaran Kepala UPT, para kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Merbau Mataram, Ma’ruf Sarwo Edi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tidak hanya diisi dengan Shalat Istisqa’, tetapi dilanjutkan dengan istighosah bersama sebagai bentuk dzikir dan doa setelah pelaksanaan shalat serta khutbah.

Sementara itu, Camat Merbau Mataram Ricky Randa Belpama mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun.

Menurutnya, turunnya hujan sangat diharapkan untuk mengatasi dampak kemarau sekaligus membantu mengurangi dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Dalam pelaksanaan tersebut, bertindak sebagai imam Shalat Istisqa’ Syuriah NU Merbau Mataram KH Zuhri Rohmat.

Sementara imam istighosah adalah Penyuluh Agama Islam KUA Merbau Mataram, Ustadz Sholikun.
Adapun yang dipercaya menyampaikan khutbah Shalat Istisqa’ adalah anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung Selatan, Dwi Riyanto, yang dikenal masyarakat dengan julukan “Konco Yasinan.”

Dalam khutbahnya, Dwi Riyanto mengingatkan jamaah bahwa Shalat Istisqa’ merupakan bagian dari tuntunan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW ketika menghadapi kondisi kekeringan dan kemarau panjang.

Anggota DPRD Lampung Selatan dua periode itu mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW melaksanakan shalat meminta hujan di tanah lapang ketika masyarakat Madinah menghadapi kemarau.

Ia juga mengaitkannya dengan Masjid Ghamamah yang berada di Madinah. Menurutnya, nama Ghamamah memiliki arti awan atau mendung, dan masjid tersebut berkaitan dengan peristiwa ketika Rasulullah SAW melaksanakan Shalat Istisqa’ untuk memohon turunnya hujan.

Khutbah disampaikan Dwi Riyanto secara lugas tanpa membaca teks.
Ia mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT atas berbagai kesalahan yang dilakukan, baik kesalahan kepada Allah, kepada sesama manusia, maupun terhadap alam semesta.

“Banyaklah beristighfar, memohon ampun kepada Allah SWT. Kesalahan bukan hanya kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia dan kepada alam semesta,” pesan Dwi Riyanto dalam khutbahnya.

Menurut mantan komisioner KPU Lampung Selatan tersebut, berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat, mulai dari kemarau panjang, kekeringan lahan pertanian, potensi gagal panen hingga hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, semestinya tidak hanya dilihat sebagai persoalan alam semata.

Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi momentum bagi manusia untuk melakukan introspeksi dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Kemarau panjang, hujan abu vulkanik, gagal panen, kekeringan lahan pertanian dan sebagainya harus kita jadikan sarana untuk mengingatkan diri agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesannya.

Shalat Istisqa’ dan istighosah yang digelar serentak tersebut menjadi ikhtiar bersama masyarakat Lampung. Di tengah kemarau dan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, doa dan harapan kini dipanjatkan agar hujan segera turun, membawa kesejukan sekaligus membantu memulihkan kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat. (Red)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi