Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KHAZANAH 20 Juni 2026, 14:57 WIB 2,780 PDF

Seminar Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 4: Indahnya Kebersamaan dengan Permainan Tradisional

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Seminar Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 4: Indahnya Kebersamaan dengan Permainan Tradisional
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

BOYOLALI – INFODESANEWS. COM | SD Muhammadiyah PK Banyudono menyelenggarakan kegiatan Seminar Parenting dan Pembagian Rapor Kelas 4 dengan tema “Indahnya Kebersamaan dengan Permainan Tradisional”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali murid kelas 4 dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh antusias.

Hadir sebagai narasumber, Muhammad Ahadi, S.Pd.I., M.Pd., yang menyampaikan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di era digital. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan bahwa tantangan orang tua saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembentukan akhlak anak, tetapi juga bagaimana membimbing anak agar mampu bersosialisasi dengan baik di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Tantangan menjadi orang tua di zaman teknologi tidak hanya akhlak anak, tetapi juga peran anak dalam hidup bersosial. Hadirnya teknologi, orang memerlukan strategi untuk mendidik anak. Salah satu strateginya adalah dengan permainan tradisional,” ungkap Muhammad Ahadi.

Beliau juga menjelaskan bahwa permainan tradisional memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak. Melalui permainan tradisional, anak dapat belajar berbagai keterampilan penting yang mendukung pertumbuhan fisik maupun sosial mereka.

“Permainan tradisional banyak sekali fungsi dan manfaatnya. Bermain kelereng membuat anak belajar strategi dan motorik. Bermain lompat tali mengajarkan ketangkasan dan olahraga. Gobak sodor melatih kerja sama serta strategi. Dan masih banyak permainan tradisional yang bisa dimanfaatkan untuk mendampingi proses tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci keberhasilan dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

“Sekolah dan orang tua harus berjalan beriringan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Di tengah derasnya arus teknologi, anak-anak perlu mendapatkan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan belajar nilai-nilai kehidupan melalui aktivitas yang menyenangkan. Permainan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang efektif untuk menumbuhkan kerja sama, sportivitas, kreativitas, dan kemampuan sosial anak,” tutur Pujiono.

Kegiatan parenting ini sekaligus menjadi sarana mempererat kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi masa depan. Setelah seminar selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian rapor semester sebagai bentuk laporan perkembangan belajar siswa kepada orang tua.

Wali kelas 4, yaitu Ustazah Krisna, Ustazah Anik, dan Ustazah Nindi, turut mendampingi jalannya kegiatan. Para wali murid menyambut baik materi yang disampaikan karena memberikan wawasan baru tentang pentingnya menghadirkan permainan tradisional sebagai alternatif aktivitas yang mendidik di tengah dominasi gawai dan media digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara sekolah dan keluarga dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, serta memiliki kemampuan sosial yang baik sesuai profil Pelajar Muhammadiyah. (*/Puji/Redslo)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi