LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS – Upaya memperkuat kualitas pendidikan tidak cukup hanya berbicara soal kurikulum dan tenaga pendidik. Ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang layak juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan berkualitas.
Hal tersebut mengemuka dalam Workshop Pendidikan dengan tema Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam Mendukung Sarana dan Prasarana Sekolah, yang digelar di Hotel Negeri Baru, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI Dapil Lampung dari Fraksi Golkar, Rycko Menoza SZP, MBA, sebagai bagian dari upaya mendorong perhatian lebih serius terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di daerah.
Workshop menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan pendidikan, khususnya kondisi infrastruktur sekolah yang masih membutuhkan perhatian dan peningkatan.
Revitalisasi satuan pendidikan dinilai penting agar sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga mampu memberikan fasilitas yang memadai bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Dalam konteks pembangunan pendidikan, dukungan sarana dan prasarana menjadi salah satu fondasi penting. Ruang kelas yang layak, fasilitas sanitasi, lingkungan sekolah yang aman, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan.
Rycko Menoza menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan agar program revitalisasi sekolah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan harus diarahkan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing sekolah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, sarana dan prasarana sekolah harus menjadi perhatian bersama agar anak-anak kita mendapatkan lingkungan belajar yang layak,” demikian poin penting yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Workshop ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemangku kepentingan pendidikan dengan masyarakat, khususnya dalam mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.
Dengan adanya program revitalisasi satuan pendidikan, diharapkan kesenjangan fasilitas antar sekolah dapat terus ditekan dan kualitas layanan pendidikan di Lampung, termasuk Lampung Selatan, semakin meningkat. (Red)