Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KHAZANAH 20 Februari 2023, 10:46 WIB 2,274 PDF

REFLEKSI DIRI, Dari Konsep  Menuju ke Pengalaman

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

REFLEKSI DIRI, Dari Konsep  Menuju ke Pengalaman
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SURAKARTA, INFODESANEWS | Aktivitas pikiran yang kontinyu dan yang terarah keluar, seringkali dipicu oleh keinginan-keinginan kita akan menorehkan kesan yangmendalam pada kesadaran kita.

Semua kesan itu berfungsi sebagai lapisan-lapisan selimut nafsu yang komplek menyembunyikan daripada kecemerlangan, kekuatan dan daya vitalitas yakni jiwa kita ini.

RM Adiningrat saat ziarah dikomplek makam Eyang Ki Ageng Henis Laweyan Surakarta (foto :dok)

Bila cahaya Jiwa kita dikaburkan oleh pikiran, maka kita mulai menganggap bahwa duniawi seolah sebagai hal yang kekal serta dapat memberikan kebahagiaan sejati kepada kita.

Karena tertipu oleh pandangan yg terdistorsi tentang realitas. Kita gagal untuk menyadari bahwa semua kejadian dalam hidup kita, hanya akan memberi kita suatu kebahagiaan yang dangka dan fana.

Kita tidak menyadari bahwa mengejar kebahagiaan melalui obyek keterikatan kita di dunia yang fana ini, cepat atau lambat  akan menghasilkan frustrasi dan kesedihan.

Sehingga pada saat yang sama juga menambah hutang karma kita. Karena tergoda dan terdorong oleh tipuan panca indera, kita tetap melakukan hal-hal yang selalu menabur benih untuk Inkarnasi-Inkarnasi kita menuju kelahiran kembali ke alam Jasmani ini.

Kita telah keliru mengarahkan perhatian kepada obyek kasih kita, karena percaya bahwa merekalah yang menjadi penyebab dari suka dan duka kita selama ini.

Dengan demikian pandangan kita yang terdistorsi tentang realitas akan membawa kita kepada perbuatan yang semakin menghunjamkan akar kesadaran kita di alam  eksistensi yang rendah ini. Yang selanjutnya akan memperkuat kecenderungan  pikiran kita untuk turun dan menghalangi kita untuk mampu melihat cahaya jiwa.

Akibat yang menyedihkan dari spiral sebab – akibat yang menurun ini, adalah bahwa jiwa kita menjadi terperangkap di Alam-alam Jasmani yg rendah ini…(*)

(Penulis : RM Adiningrat – Sentono Dalem Keraton Surakarta)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi