Rabu, 23 September 2026
INFODESA 08 September 2017, 18:02 WIB 1,394 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Razia Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Blora Antisipasi Mobilisasi Massa

Jurnalis / Kontributor: Redaksi
Jumlah Tayang: 1,394 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Razia Penyekatan di Perbatasan Kabupaten Blora Antisipasi Mobilisasi Massa
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Blora, Infodesanews.com – Maraknya Issu warga masyarakat Blora yang akan menggelar unjuk rasa terkait peristiwa Rohingya diseputaran candi Borobudur Menjadikan Jajaran Kapolres Blora melaksanakan razia selama 2 hari Kamis dan Jumat tanggal 7 dan 8 September 2017 yang akan di fokuskan di daerah perbatasan antar Kabupaten.

Razia ini merupakan salah satu upaya pencegahan massa atau kelompok tertentu yang hendak berangkat ke Magelang dengan maksud khusus akan berunjuk rasa terkait peristiwa Rohingya.

Maksud khusus itu adanya kemungkinan pergerakan masyarakat dari Kabupaten Blora yang ke Magelang dalam rangka akan menggelar unjuk rasa terkait peristiwa Rohingya diseputaran candi Borobudur

Razia itu dilakukan di sejumlah titik. Misalnya di terminal bus, di jalan – jalan yang dianggap rawan, daerah batas antar Kabupaten. Sasarannya adalah kendaraan – kendaraan penumpang dari dalam atau luar kota yang sedang perjalanan ke Magelang melewati Blora.

Alhasil, dalam razia hingga sore hari hingga pagi ini, petugas kepolisian yang terdiri dari Unit Lalu Lintas, Unit Reskrim, Shabara, Intel dan instansi pendukung lainnya tidak menemukan indikasi apapun.

Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H mengatakan, razia ini dilakukan sebagai upaya pencegahan bila ada massa yang mau bertolak ke Magelang.

“Kami antisipasi agar tidak sampai ke Magelang. Karena saya sebagai pimpinan kepolisian di Blora memiliki kewajiban untuk mencegah salah satu pihak yang mau ke Magelang,” katanya.

Kapolres menjelaskan, upaya itu sebenarnya bukan larangan untuk masyarakat yang mau pergi ke Magelang. Hanya saja, ia mendapatkan arahan dari pimpinan untuk mencegah.

“Kalau bisa tidak ada yang berangkat ke Magelang itu selama pelaksanaan Aksi bela islam Rohingya.

Ini antisipasi dalam hal – hal yang tidak diinginkan yang bisa mengganggu Kamtibmas yang kondusif ,” ungkapnya.

AKBP Saptono menjelaskan, dalam razia, pihaknya tidak menemukan orang – orang yang mau bepergian ke Magelang. Semisal ada pun, ia akan meminta yang bersangkutan untuk menundanya.

“Dalam setahun ini kan ada 365 hari. Kalau bisa gak usah lah, ditunda dulu ke Magelang sehabisnya Aksi bela islam Rohingya. Toh hanya sehari saja,” terangnya.

Dia juga mengaku sudah mengeluarkan intruksi Polres Blora. Inti Instruksi itu adalah menghimbau kepada seluruh masyarakat Blora, untuk tidak melaksanakan Mobilisasi Masa yang dapat mengintimidasi secara fisik maupun psikis pada Aksi bela islam Rohingya.

“Sebelumnya, kami sudah menjalin koordinasi dan komunikasi kepada seluruh jajarannya hingga ke sektor-sektor di Blora untuk meredam mobilisasi masa ke Magelang. Saya juga sudah koordinasi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan para Alim Ulama di wilayah Kabupaten Blora,” tutup AKBP Saptono.(AR/IKS)

 

Iklan Penulis & Sponsor Pemerintah Kabupaten Blora - Dinas PMD Dirgahayu RI Ke-81

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
7 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi