Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 18 September 2018, 01:53 WIB 625 PDF

Presiden Jokowi : Pemilu Ajang Kontestasi Ide dan Program bukan penggunaan Isu SARA dan Fitnah

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Presiden Jokowi : Pemilu Ajang Kontestasi Ide dan Program bukan penggunaan Isu SARA dan Fitnah
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JAKARTA, INFODESANEWS – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa kegiatan dukung-mendukung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) harus dilakukan dalam konteks yang sehat dan fair. Dengan demikian, masyarakat akan menjadi semakin lebih dewasa dan matang dalam berpolitik.

“Kemudian juga masyarakat bisa menguji ide, gagasan, program yang telah disampaikan atau yang telah dilaksanakan,” kata Presiden di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9) petang.

Penyampaian ide, gagasan, dan program tersebut menurut Presiden penting untuk dilakukan agar demokrasi di Tanah Air semakin dewasa dan matang. Dengan adanya penyampaian tersebut masayarakat akan lebih dewasa dan lebih mengerti apa saja yang menjadi ide, gagasan maupun program dari masing-masing calonnya tersebut.

“Saya kira Pemilu ini adalah kontestasi gagasan, kontestasi hasil kerja, kontestasi prestasi, kontestasi rekam jejak,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Presiden mengimbau kepada seluruh pihak dan masyarakat agar dalam Pemilihan Umum maupun Pemilihan Presiden tahun 2019, tidak lagi memakai isu sensitif seperti isu SARA maupun dengan cara-cara fitnah.

“Saya kira penggunaan isu-isu SARA dan fitnah tidak mendewasakan, tidak mematangkan demokrasi kita,” tandas Presiden. (yn/rd)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 7 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi