Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 29 April 2018, 20:26 WIB 1,388 PDF

PP Durrotu Ahlissunnah wal Jama’ah Gelar Haflah, Ini Pesan KH M Masroni

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

PP Durrotu Ahlissunnah wal Jama’ah Gelar Haflah, Ini Pesan KH M Masroni
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Semarang, Infodesanews.com – Pendidikan tidak hanya sebatas mengajarkan seseorang tentang pentingnya rasio. Lebih dari itu, pendidikan berfungsi menumbuhkan keyakinan kepada Sang Pencipta sehingga menghasilkan generasi yang bertakwa. Pola ini diajarkan oleh agama dalam pesantren, di mana keyakinan sebagai landasan utama atau lazimnya disebut Spiritual Quotient (SQ). Dari adanya pendidikan agama dari pesantren akan menjadi landasan seseorang dalam mencari dan nemanfaatkan ilmu pengetahuan yang berlandaskan rasio. Dikatakan oleh KH M Masroni dalam Haflah Khatmil Qur’an PP Durrotu Ahlissunnah wal Jama’ah di lapangan Banaran Gunungpati Kota Semarang (28/04/2018) bahwa hilangnya keimanan dengan keyakinan penuh terhadap ilmu pengetahun umum sama halnya dengan mendewakan akal fikiran.

Memberikan bekal pada para santri yang di-wisuda, Kiai yang saat ini menjabat sebagai sekretaris JATMAN menekankan tentang pentingnya ketaatan terhadap guru (Kiai) sebagaimana banyak dikisahkan di dalam al Qur’an maupun para shalafus shalih. Nilai moral keagamaan sebagai yang tertanam dengan baik akan menjadi generasi bangsa ini berperilaku baik dan selalu menghasilkan kebaikan.

Pesantren Mahasiswa Terbesar
Pengasuh PP Durrotu Aswaja, K Agus Romadhon dalam sambutannya menyatakan bahwa di Jawa Tengah terdapat banyak pesantren dengan segmentasi santri mahasiswa, dan yang terbesar ada di Gunungpati, “alhamdulillah, pondok pesantren mahasiswa yang terbesar di jawa tengah saat ini adalah PP Durrotu Aswaja” kata Kiai Agus, “terbesar di sini bukan berarti secara fisik memiliki bangunan yang luas dan besar, namun dari segi jumlah santrinya” lanjutnya, “meski harus uyel-uyelan karena dalam 1 kamar diisi kurang lebih 40 santri tapi masih betah” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut Kiai Agus juga menyampaikan bahwa lurah pondok putrinya saat ini masuk 10 besar dalam perhelatan duta santri nasional yang digelar di Jogjakarta. Adanya pencapaian prestasi selama ini sebagaimana telah disebutkan, dinyatakan atas dukungan dan doa dari warga Gunungpati, khusunya Banaran. Menurutnya, warga Banaran ibarat orangtua santri, sehingga dukungan dan doa warga mampu menjadi bagian dari penyebab pesantren berkembang pesat, dan para santrinya bisa berprestasi.

Dikatakan, santri yang ada telah khatam al Qur’an, baik bin nadzar maupun bil ghaib. Pun demikian pesentren terus membangun dan mengalami kemajuan tanpa harus meminta bantuan sumbangan proposal kepada pemerintah. Dia menegaskan bila PP Durrotu Aswaja maju tentu turut membawa nama Kelurahan Banaran, Kecamatan Gunungpati, dan bahkan Kota Semarang. Sebab itu ia berharap keberadaan pesantren akan menjadi penguat masyarakat membentuk kota santri sebagaimana tema yang dipilih. Yakni, Revitalisasi pondok pesantren menuju Indonesia hebat dan mandiri.

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi