BLORA, INFODESANEWS – Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin) tingkat Kabupaten Blora tahun ini berlangsung lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Ketua DPC FKDT Blora, Cuk Suwartono, dalam keterangannya kepada awak media.
“Alhamdulillah, kali ini lebih meriah. Dari sisi peserta, semua PAC dan FKDT bisa berpartisipasi mengirimkan kontingen, berbeda dengan tahun kemarin di mana ada dua kecamatan yang tidak ikut. Tahun ini total peserta mencapai 312 orang,” ujar Cuk Suwartono, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Blora mengirimkan perwakilannya, meskipun ada yang mengirim secara penuh dan ada pula yang hanya mengirim pada cabang lomba tertentu yang dinilai berpotensi meraih juara.
“Harapan ke depan, kami ingin mencari kader-kader dari Madin yang memiliki bakat dan potensi untuk dikembangkan. Porsadin ini berjenjang dari kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Jadi ini menjadi ajang seleksi untuk mencari anak-anak yang bisa mewakili Kabupaten Blora di tingkat Jawa Tengah yang rencananya digelar 9 Oktober mendatang,” jelasnya.
Ia menambahkan, persiapan menuju tingkat provinsi hanya tersisa sekitar satu bulan. Meski demikian, ia optimistis karena pada tahun 2024 lalu, kontingen Blora telah berhasil menembus tingkat nasional dan meraih juara dua nasional pada cabang Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) atau baca kitab kuning.
Sementara itu, Koordinator Perlombaan, Mas’ud, menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba berjalan lancar. “Masing-masing ruangan tertata rapi dan baik. Dewan juri juga semuanya berkompeten sehingga kami yakin dapat menghasilkan juara-juara yang layak dikirim ke tingkat provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Ia menjelaskan, seleksi di tingkat kecamatan menggunakan juknis yang sama dengan tingkat nasional, termasuk batasan usia maksimal 13 tahun. Hal ini agar para juara tidak terkendala saat maju ke tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Adapun cabang lomba yang dipertandingkan berjumlah 16 macam, meliputi takfidus ama, qira’atul kutub, nazem akidatul awam, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Jawa, kaligrafi, puisi islami, sholawat, adzan, serta cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, dan lari.
“Harapannya, mumpung masih ada waktu, dari DBT Kabupaten Blora tetap ada pembinaan dan pendampingan agar pelaksanaan maju ke tingkat provinsi bisa maksimal,” pungkas.**Red