Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (16 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (22 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KHAZANAH 30 April 2025, 19:36 WIB 580 PDF

Politik Praktis Dimata Digital Natives

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Politik Praktis Dimata Digital Natives
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

BALI – INFODESANEWS | Kelompok orang yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010, atau lebih spesifik lagi sekitar 1997 hingga 2012 dikenal sebagai “Digital Natives” karena mereka tumbuh di era perkembangan teknologi dan informasi. Digital Natives ini sering disebut Generasi Z atau Gen Z. Dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya, Gen Z memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi terutama melalui media sosial, yang memengaruhi cara mereka memahami dan berpartisipasi dalam politik. Namun, bagaimana sebenarnya Gen Z memahami politik praktis? Apakah mereka benar-benar peduli atau justru malah sebaliknya lalu apatis?

1. Fleksibel dalam berpolitik praktis

Ciri khas utama kaum Gen Z adalah fleksibilitas dalam melibatkan diri dipolitik praktis. Mereka tidak selalu terlibat dalam politik melalui jalur formal seperti partai politik atau pemungutan suara, tetapi lebih aktif dalam isu-isu yang mereka anggap relevan, seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender. Kampanye dimedia sosial menjadi sarana utama bagi Gen Z untuk menyuarakan opini politik mereka. Baikot produk, Hashtag dan petisi online sering kali menjadi bentuk aksi yang mereka pilih dibandingkan demonstrasi fisik atau bergabung dengan organisasi politik konvensional.

2. Terhadap Institusi Politik sangat Skeptis

Tidak sama dengan generasi generasi sebelumnya, Gen Z cenderung lebih skeptis terhadap institusi politik formal seperti parlemen, partai politik dan pemerintahan. Mereka berpikir bahwa sistem politik saat ini kurang mewakili kepentingan rakyat terutama anak muda serta tidak cukup transparan. Ketidakpercayaan ini sering kali didasarkan pada pengalaman melihat skandal politik, korupsi dan kebijakan politik yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat luas khusus kaum Gen z.

3. Peran Media Sosial sebagai Politik Digital

Yang berperan besar dalam membentuk pandangan politik Gen Z adalah media sosial. Berbagai platform media sosial seperti Twitter, Instagram, TikTok, dan YouTube digunakan sebagai sarana edukasi dan diskusi politik. Influencer dan aktivis digital sering kali lebih berpengaruh dalam membentuk opini politik dibandingkan tokoh politik tradisional. Namun, tingginya arus informasi ini juga memiliki dampak negatif, seperti penyebaran berita palsu (hoaks) dan polarisasi politik yang semakin tajam.

4. Tantangan dalam Partisipasi Politik Praktis

Walaupun Gen Z memiliki kesadaran politik yang sangat tinggi namun tidak semua dari mereka aktif dalam sistem politik formal. Sebagian dari mereka merasa bahwa suara mereka tidak benar-benar berpengaruh dalam proses demokrasi, terutama di negara-negara yang birokrasinya sangat kompleks. Selain itu pula untuk di Indonesia beberapa wilayah akses terhadap pendidikan politik yang baik dan Konstruktif masih menjadi kendala, sehingga banyak anak muda yang merasa bingung dalam memahami proses politik secara mendalam.

5. Harapan dalam berpartisipasi Politik Praktis

Walaupun berbagai tantangan yang harus dihadapi, Gen Z tetap memiliki potensi besar dalam membentuk masa depan dan platform politik tanah air. Dengan intelektual, kreativitas dan pemanfaatan teknologi, mereka dapat menciptakan inovasi dalam berpolitik praktis, seperti inisiatif grassroots dan gerakan sosial berbasis digital. Jika diberikan peluang dan ruang yang lebih besar, diyakini Gen Z akan menjadi agen perubahan yang signifikan dalam sistem politik praktis global.

Kesimpulan

Gen Z mempunyai cara pandang yang unik terhadap politik karena dipengaruhi oleh era digital dan dinamika sosial yang mereka hadapi. Mereka mungkin tidak selalu mengikuti jalur politik praktis temporer dan tradisional, tetapi memiliki kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu sosial dan politik. Tantangan terbesar bagi mereka adalah karena masih dianggap yunior maka mereka harus membangun kepercayaan terhadap sistem politik praktis itu dan tentunya menemukan cara agar keterlibatan mereka dapat memberikan dampak yang lebih baik dan atau nyata. Jika dapat mengatasi hambatan ini, Gen Z berpotensi menjadi generasi yang membawa perubahan besar dalam dunia politik praktis.

Oleh: Prof. I Putu Sudiarsa B.A., Ph.D.
[ Sekretaris Jendral Organisasi Intelektual (OnIn) Gribranholic Nusantara]

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 2 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi