BLORA, INFODESANEWS – Paguyuban petani tebu kembali menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kemarahan atas respon pemerintah yang dinilai mengecewakan.
Aksi yang disebut sebagai “jilid kedua tumpah tebu” ini merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya yang belum membuahkan hasil.
Salah satu perwakilan Paguyuban petani tebu, Anton Sudibyo, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan karena petani merasa dibohongi oleh janji-janji pemerintah.
“Pada dasarnya respon pemerintah betul-betul mengecewakan. Kita di-PHP, kita dibohongi, kita diberi janji angin surga saja, tapi eksekusinya tidak ada,” ujar Anton, saat aksi di PG GMM Todanan, Senin, (1/6/2026).
Anton menjelaskan bahwa aksi ini murni dilakukan secara swadaya oleh para petani tanpa ada pihak yang mem-backup.
“Ini kita tidak ada yang nge-backup, kita saweran, kita urunan untuk mengadakan aksi ini. Ini adalah bentuk bahwa masyarakat berjuang mandiri,” tegasnya.
Para petani menuntut agar pabrik gula dioperasikan kembali dan tebu mereka diserap 100 persen. Jika tuntutan tidak direspon, mereka berencana melanjutkan aksi ke Jakarta untuk menemui Presiden Prabowo.
“Kami akan meluruk ke Jakarta, kami akan tumpah tebu di Jakarta. Ini adalah awal aksi jilid dua. Jangan sampai program Pak Prabowo yang mulia, program Swasembada Gula 2027, mengalami kegagalan karena pabriknya bosok dan rusak tidak diperbaiki,” tandasnya.
Para petani juga menyoroti janji dari Dirut Bulog yang disebut belum ditepati, yakni menyerap dan membeli tebu petani Blora 100 persen. Anton menegaskan gerakan ini tidak akan berhenti selama tebu petani belum dibeli.**Red