Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (19 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 18 Juni 2019, 06:51 WIB 935 PDF

Persyaratan PPDB Membingungkan, Warga Minta Legalisasi ke Walikota

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Persyaratan PPDB Membingungkan, Warga Minta Legalisasi ke Walikota
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO, INFODESANEWS – Simpang siurnya syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Solo membingungkan masyarakat. Salah satu warga bahkan sampai meminta legalisasi Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran ke kantor Walikota Solo. Hal ini disampaikan Staf Protokoler Walikota Solo, Budiman kepada wartawan, Senin (17/6).

“Mosok sampai ada yang minta legalisasi KK ke Walikota,” kata dia.

Ia menceritakan, fotokopi KK yang ia terima sebenarnya telah dilegalisasi oleh Lurah setempat. Namun menurut warga yang meminta legalisasi tersebut, fotokopi tersebut ditolak lantaran tidak ditandatangani pejabat yang berwenang.

“Lalu yang berwenang siapa. Eselon berapa, warga kebingungan,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, PPDB SMA dan SMK di Jawa Tengah berada di bawah Koordinasi Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jateng. Budiman menyayangkan kurangnya koordinasi Disdik Jateng dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam pelaksanaan PPDB tahun ini. Padahal tahun 2018 lalu, Disdik telah berkunjung ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo untuk belajar sistem PPDB online tanpa harus merepotkan masyarakat.

“Sepertinya itu tidak diimplementasikan. Lalu gunanya apa pakai sistem online kalau warga harus legalisasi fotokopi lagi. Seharusnya sekolah kan bisa melihat dari sistem administrasi kependudukan yang sudah online itu,” kata dia.

Untuk PPDB SD dan SMP sendiri, Pemkot Solo sudah menghapuskan syarat legalisasi dokumen kependudukan sejak tahun 2018 lalu. Pihak sekolah bisa langsung mengecek data kependudukan calon peserta didik melalui sistem administrasi kependudukan yang ada.

“Di situ malah sudah kelihatan status calon peserta didik itu siswa gakin (warga miskin) atau bukan. Jadi walikota tidak perlu tanda tangan SK Gakin lagi,” kata dia.(hr)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
6 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi