Kamis, 24 September 2026
INFODESA 15 Oktober 2018, 17:38 WIB 2,066 kali dibaca Bukti Tayang (PDF)

Penegakan Hukum Kasus Hoax Oleh Polri, Harus Didukung Rakyat

Jurnalis / Kontributor: Redaksi
Jumlah Tayang: 2,066 tayang
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Penegakan Hukum Kasus Hoax Oleh Polri, Harus Didukung Rakyat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JAKARTA, INFODESANEWS – Harus didukung langkah Polri melakukan proses hukum terhadap kasus hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

Hoax adalah “penyakit” yang perlu diberantas. Hoax adalah penyakit epidemi baru masyarakat. Di mana masyarakat menjadi korban, namun sekaligus juga masyarakat yang berulah menciptakan hoax.

Suasana menjadi gaduh, timbul perpecahan dengan emosi di antara teman, tetangga, bahkan saudara.

Ada upaya kelompok tertentu untuk menganggu kinerja Polri dalam menangani kasus hoax. Namun Polri harus tetap fokus dan tetap melakukan proses hukum hingga tuntas.

Penanganan hoax yang dilakukan oleh Polri, termasuk dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet, diduga menggangu kepentingan kelompok tertentu. Kelompok yang sebelumnya melakukan pembelaan terhadap hoax Ratna Sarumpaet, sangat terganggu ketika hoax tersebut dapat diungkap oleh Polri.

Terbongkarnya hoax membuat kalang-kabut kelompok pembela, karena bisa berujung pada ketidakpercayaan publik yang tentu akan sangat merugikan dalam kepentingan Pilpres 2019.

Salah satu upaya yang dilakukan kelompok tersebut untuk melemahkan Polri adalah dengan mengadu antara Polri dengan KPK.

Tudingan bahwa ada kasus di KPK yang “bermasalah” yang melibatkan Kapolri Jendral Tito Karnavian adalah suatu cara untuk menganggu Polri.

Tentu saja tudingan ini mengarah agar ada reaksi dari KPK.

Tudingan yang menyebut Jendral Pol. Tito Karnavian diduga terlibat dalam kasus Basuki Hariman di KPK ini sangat aneh jika dimunculkan lagi. KPK sudah melakukan penanganan terhadap kasus ini. Selain itu tudingan yang ada tidak disertai dengan bukti pendukung yang kuat. Tudingan ini juga terlihat sebagai skenario untuk membunuh karakter Kapolri dan menciptakan kegaduhan antar lembaga negara.

Manuver yang dilakukan kelompok tersebut, terutama untuk menganggu Polri, ini sebenarnya menunjukkan bahwa kelompok tersebut tidak siap untuk berpolitik secara konstruktif.

Mereka memilih melakukan cara-cara propaganda dan agitasi untuk menjatuhkan lawan politik termasuk dengan menciptakan kebohongan, daripada membangun suatu sikap konstruktif untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Mencari dukungan masyarakat dengan dasar kebohongan atau cara-cara negatif untuk menjatuhkan lawan politik adalah sangat tidak sehat dan mencederai demokrasi. Penulis : Edo (wartawan senior di Jakarta)

Iklan Penulis & Sponsor Space Iklan Disewakan - Hubungi Redaksi

Rekomendasi Shopee Pilihan Redaksi

Diskon Spesial
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Kamera Mirrorless 4K WiFi Ultra HD Kit Lensa
Rp 3.499.000 Rp 5.200.000
Beli di Shopee
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Smartphone 5G 8GB/256GB Baterai 6000mAh
Rp 2.199.000 Rp 2.899.000
Beli di Shopee
Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi Infodesanews

Redaksi Infodesanews

Redaksi Pelaksana & Admin

Dewan Redaksi Pusat INFODESANEWS Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah Terverifikasi Kominfo 593

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi