Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 15 Oktober 2018, 17:38 WIB 2,105 PDF

Penegakan Hukum Kasus Hoax Oleh Polri, Harus Didukung Rakyat

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Penegakan Hukum Kasus Hoax Oleh Polri, Harus Didukung Rakyat
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

JAKARTA, INFODESANEWS – Harus didukung langkah Polri melakukan proses hukum terhadap kasus hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet.

Hoax adalah “penyakit” yang perlu diberantas. Hoax adalah penyakit epidemi baru masyarakat. Di mana masyarakat menjadi korban, namun sekaligus juga masyarakat yang berulah menciptakan hoax.

Suasana menjadi gaduh, timbul perpecahan dengan emosi di antara teman, tetangga, bahkan saudara.

Ada upaya kelompok tertentu untuk menganggu kinerja Polri dalam menangani kasus hoax. Namun Polri harus tetap fokus dan tetap melakukan proses hukum hingga tuntas.

Penanganan hoax yang dilakukan oleh Polri, termasuk dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet, diduga menggangu kepentingan kelompok tertentu. Kelompok yang sebelumnya melakukan pembelaan terhadap hoax Ratna Sarumpaet, sangat terganggu ketika hoax tersebut dapat diungkap oleh Polri.

Terbongkarnya hoax membuat kalang-kabut kelompok pembela, karena bisa berujung pada ketidakpercayaan publik yang tentu akan sangat merugikan dalam kepentingan Pilpres 2019.

Salah satu upaya yang dilakukan kelompok tersebut untuk melemahkan Polri adalah dengan mengadu antara Polri dengan KPK.

Tudingan bahwa ada kasus di KPK yang “bermasalah” yang melibatkan Kapolri Jendral Tito Karnavian adalah suatu cara untuk menganggu Polri.

Tentu saja tudingan ini mengarah agar ada reaksi dari KPK.

Tudingan yang menyebut Jendral Pol. Tito Karnavian diduga terlibat dalam kasus Basuki Hariman di KPK ini sangat aneh jika dimunculkan lagi. KPK sudah melakukan penanganan terhadap kasus ini. Selain itu tudingan yang ada tidak disertai dengan bukti pendukung yang kuat. Tudingan ini juga terlihat sebagai skenario untuk membunuh karakter Kapolri dan menciptakan kegaduhan antar lembaga negara.

Manuver yang dilakukan kelompok tersebut, terutama untuk menganggu Polri, ini sebenarnya menunjukkan bahwa kelompok tersebut tidak siap untuk berpolitik secara konstruktif.

Mereka memilih melakukan cara-cara propaganda dan agitasi untuk menjatuhkan lawan politik termasuk dengan menciptakan kebohongan, daripada membangun suatu sikap konstruktif untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Mencari dukungan masyarakat dengan dasar kebohongan atau cara-cara negatif untuk menjatuhkan lawan politik adalah sangat tidak sehat dan mencederai demokrasi. Penulis : Edo (wartawan senior di Jakarta)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 5 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi