Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 14 April 2026, 16:48 WIB 1,769 PDF

Pemkab Lamsel dan Kementerian Kebudayaan Tegaskan: Tak Ada Ruang Diskriminasi

Redaktur Lampung
Oleh: Redaktur Lampung • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pemkab Lamsel dan Kementerian Kebudayaan Tegaskan: Tak Ada Ruang Diskriminasi
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaktur Lampung

LAMPUNG SELATAN, INFODESANEWS — Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menggelar dialog multipihak sebagai langkah konkret mendorong pemenuhan hak penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan strategis tersebut berlangsung di Sanggar Paguyuban Budaya Bangsa (PBB), Desa Rawa Selapan, Kecamatan Candipuro, Selasa (14/4/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Dialog ini menjadi penegasan bahwa negara hadir untuk memastikan kesetaraan layanan publik sekaligus perlindungan hak konstitusional bagi seluruh warga, termasuk penghayat kepercayaan yang selama ini kerap menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan RI, Sjamsul Hadi, serta Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, bersama unsur Forkopimda, organisasi penghayat kepercayaan, dan jajaran pemerintah daerah.

Direktur Sjamsul Hadi menegaskan, pemerintah menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan sebagaimana amanat konstitusi.

“Negara tidak boleh abai. Masyarakat adalah subjek utama pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi,” tegasnya.

Ia menyebut, dialog multipihak bukan sekadar forum diskusi, melainkan instrumen penting untuk menyerap aspirasi sekaligus memetakan persoalan riil yang dihadapi penghayat kepercayaan.

“Dari sini kita bergerak, menyusun langkah konkret berbasis kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menegaskan bahwa penghayat kepercayaan merupakan bagian sah dan utuh dari bangsa Indonesia yang hak-haknya dijamin Undang-Undang Dasar 1945.

“Tidak boleh ada diskriminasi. Penghayat kepercayaan adalah warga negara yang memiliki hak yang sama dan wajib dilindungi,” tegas Syaiful.

Menurutnya, dialog ini menjadi momentum penting untuk memastikan pelayanan publik di Lampung Selatan berjalan inklusif, adil, dan tanpa sekat.
“Ini bukan sekadar forum seremonial. Ini ruang untuk mendengar, memahami, dan bertindak. Kita pastikan pelayanan publik berjalan adil dan bebas diskriminasi,” lanjutnya.

Pemkab Lampung Selatan, kata Syaiful, juga membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, dalam pembangunan daerah dan pemenuhan hak konstitusional.

Ia berharap, hasil dialog tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi melahirkan langkah nyata, mulai dari pemetaan persoalan, penyusunan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, hingga komitmen tindak lanjut yang terukur.

“Keadilan sosial bukan slogan. Ini harus diwujudkan dengan kerja nyata dan keberpihakan yang jelas,” pungkasnya.

Melalui dialog ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pemenuhan hak penghayat kepercayaan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap keberadaan dan perlindungan mereka di Indonesia. (Red/Sumber: Diskominfo Lampung Selatan)

Oleh: Redaktur Lampung

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaktur Lampung
Jurnalis Terverifikasi Redaktur Wilayah Lampung

Redaktur Lampung

Pengelola rubrik liputan daerah Lampung, dinamika desa, dan pembangunan nusantara.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
9 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi