Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 21 April 2026, 16:24 WIB 1,093 PDF

Pemerintah Kabupaten Blora Libatkan 11.000 ASN untuk Pendataan Kemiskinan

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~1 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pemerintah Kabupaten Blora Libatkan 11.000 ASN untuk Pendataan Kemiskinan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan dengan memperkuat basis data dari desa. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, akan mengerahkan sekitar 11.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk terlibat dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat.

Hal ini disampaikan saat pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Selasa (21/4/2026).

“Nantinya akan kita formulasikan agar ASN bisa terlibat dalam pendataan, sehingga data kemiskinan dan pengangguran benar-benar presisi dan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Bupati Arief.

Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data pemerintah daerah dengan indikator Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan keterlibatan ASN, proses verifikasi dan validasi data diharapkan lebih akurat.

“Basis data semuanya dari desa. Harapannya, seluruh desa di Blora dapat menerapkan Desa Cantik Statistik,” katanya.

Kepala BPS Blora, Rukhedi, menyatakan program Desa Cantik 2026 bertujuan meningkatkan literasi statistik masyarakat desa, menstandarkan pengelolaan data, serta membentuk agen-agen statistik di tingkat desa.

Tahapan program dimulai dengan pelatihan pembina pada Maret 2026, pendataan lapangan 1 Mei–31 Juli 2026, dan penilaian pada Agustus–September 2026. Tiga desa diusulkan sebagai percontohan: Desa Kapuan (Cepu), Desa Gayam (Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Ngawen).

Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Blora terus menurun: 11,49 persen (2023), 11,42 persen (2024), dan 10,58 persen (2025). Jumlah penduduk miskin turun dari 99,14 ribu jiwa (2024) menjadi 92,01 ribu jiwa (2025).**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
8 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi