BLORA, INFODESANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mempercepat upaya penurunan angka kemiskinan dengan memperkuat basis data dari desa. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, akan mengerahkan sekitar 11.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk terlibat dalam pendataan sosial ekonomi masyarakat.
Hal ini disampaikan saat pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Ruang Pertemuan Setda Blora, Selasa (21/4/2026).
“Nantinya akan kita formulasikan agar ASN bisa terlibat dalam pendataan, sehingga data kemiskinan dan pengangguran benar-benar presisi dan sesuai kondisi di lapangan,” ujar Bupati Arief.
Ia menekankan pentingnya sinkronisasi data pemerintah daerah dengan indikator Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan keterlibatan ASN, proses verifikasi dan validasi data diharapkan lebih akurat.
“Basis data semuanya dari desa. Harapannya, seluruh desa di Blora dapat menerapkan Desa Cantik Statistik,” katanya.
Kepala BPS Blora, Rukhedi, menyatakan program Desa Cantik 2026 bertujuan meningkatkan literasi statistik masyarakat desa, menstandarkan pengelolaan data, serta membentuk agen-agen statistik di tingkat desa.
Tahapan program dimulai dengan pelatihan pembina pada Maret 2026, pendataan lapangan 1 Mei–31 Juli 2026, dan penilaian pada Agustus–September 2026. Tiga desa diusulkan sebagai percontohan: Desa Kapuan (Cepu), Desa Gayam (Bogorejo), dan Desa Bogowanti (Ngawen).
Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Blora terus menurun: 11,49 persen (2023), 11,42 persen (2024), dan 10,58 persen (2025). Jumlah penduduk miskin turun dari 99,14 ribu jiwa (2024) menjadi 92,01 ribu jiwa (2025).**Red