Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (15 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 23 November 2024, 18:01 WIB 2,023 PDF

Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Ternak untuk Hemat Biaya

Kabiro Luwu
Oleh: Kabiro Luwu • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi Ternak untuk Hemat Biaya
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Luwu

SULSEL, INFODESANEWS | Anggota Credit Union (CU) Sauan Sibarrung (SS) mengikuti pelatihan membuat pakan fermentasi ternak babi dan unggas di Pangkaruk Dusun Rantepasang Desa Buangin Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (21/11/2024) kemarin.

Pelatihan membuat pakan fermentasi untuk ternak babi dan unggas, menampilkan dua fasilitator yakni Pande Aktivis Y Bunga dan Yunus Marongkan.

Staf CUSS bagian Pendidikan Latihan (Diklat) TP Saluampak Johanis Pabiban menjelaskan pada media ini bahwa, pelatihan ini bertujuan untuk meringankan beban peternak babi, unggas dan memberdayakan anggota CU Sauan Sibarrung.

“Di pelatihan ini kita memberikan ilmu pengetahuan dan praktek langsung bagaimana membuat pakan fermentasi. Kita berharap, lama-kelamaan peternak memahami dan tahu, serta nantinya bisa mempunyai produksi (pakan ternak) sendiri dengan biaya ringan. Syukur-syukur, mereka bisa sampai membuat pakan ternak sendiri. Tetapi kalau tidak, mereka bisa mengatasi masalahnya sendiri,” sebutnya.

Sementara manager CUSS Tempat Pelayanan (TP) Saluampak Gusty Walesa Pasa’ti S.Psi pada media ini, Jumat 22 November 2024 menyatakan bahwa, manfaat dari pelatihan membuat pakan fermentasi ternak ini untuk meningkatkan nilai gizi pakan, mengawetkan pakan, dan mempercepat atau menambah bobot ternak.

“Peserta pelatihan ada 20 orang. Mereka diundang para aktivis di teritori masing-masing,” sebutnya.

Pande aktivis, Yunus Marongkan dalam pemaparan materinya menerangkan bahwa, ada sejumlah cara agar usaha penggemukan babi dan unggas bisa mendapatkan keuntungan. Caranya pertama, pemilihan bibit yang baik dan benar. Kedua, kesehatan ternak. Ketiga, pemberian pakan yang baik dan benar. Dan keempat, penjualan hasil ternak yang maksimal.

“Untuk merubah pola pakan pada ternak baru tidak bisa langsung instan. Maka penggunaan konsentrat dan fermentasi pakan diyakini akan lebih menguntungkan peternak,” terangnya.

Sedang Pande aktivis yang juga peternak Y Bunga mengatakan bahwa, ada sebagian petani dan peternak yang nasibnya kurang baik. Karena itu, mereka membutuhkan bantuan dari sesamanya.

“Banyak petani yang sekarang sedang mengalami kesulitan. Misalnya, harga pupuk yang tinggi, dan harga pakan ternak yang juga tinggi. Karena itu, kita adakan pelatihan membuat pakan fermentasi ternak yang murah tapi berkualitas,” terangnya.

Bunga menambahkan, dalam pelatihan ini, dirinya memberikan penjelasan bagaimana membuat pakan fermentasi yang baik dan benar. Sehingga kedepan, petani tidak hanya menggantungkan kepada orang lain. Tetapi mereka menjadi mandiri.

“Untuk bahannya berupa EM 4, molase/gula aren/gula pasir, Yakult, pixmix/konsentrat, ķedele halus, jagung halus, dedak halus, pisang-pisang yang bonnyo’, daun daunan lunak seperti daun pepaya, kangkung, daun ubi jalar, daun kelor dan lain-lain, buah pepaya bonnyo’, umbi-umbian yang sudah digiling, kunyit, temulawak, ampas tahu,roti bekas, bekatul, rumput odot/benggala, dan lainnya. Setelah itu, semua bahan dicampur menjadi satu. Kemudian, bahan ini dimasukkan ke dalam wadah dan di injak-injak lalu tutup rapat, dan tunggu fermentasi dihari keempat bisa diberikan ke ternak,” paparnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Niko mengaku senang dengan diadakannya pelatihan ini. Peserta diberi gambaran secara ilmiah dan manual serta praktek langsung membuat pakan ternak.

“Saya merasa senang bisa menangkap apa yang disampaikan oleh para narasumber atau fasilitator dan akan saya praktekkan. Pelatihan ini sangat bermanfaat. Maka itu mari kita berkelompok KUBn ternak dan kalau ada yang terkendala dengan dana, mari kitas pinjam ke CUSS. Karena pelatihan ini sebagai upaya pemberdayaan. Dengan demikian diharapkan, ekonominya akan terangkat, dan keluarganya akan jadi sejahtera,” harapnya.** Benyus

Oleh: Kabiro Luwu

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Luwu
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Luwu

Kabiro Luwu

Koordinator liputan daerah Sulawesi Selatan, Luwu Raya, dan sekitarnya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 4 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi