Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 16 November 2017, 09:22 WIB 2,756 PDF

Pati Masuk Zona Merah HIV/ AIDS

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Pati Masuk Zona Merah HIV/ AIDS
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

Masuknya Kabupaten Pati dalam zona merah kasus temuan HIV /AIDS se-Jawa Tengah membuat prihatin Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin). “Kalau angkanya saja sudah seperti ini bagaimana mungkin kita bisa menyepelekannya”, ujar Safin pada acara Sosialisasi Pencegahan Penanggulangan HIV/ AIDS di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (15/11/2017).

Sejak tahun 1996-2017 di Kabupaten Pati, menurut Safin, temuan kasus HIV/AIDS mencapai angka 1168 orang dimana penderita meninggal dunia 159 orang. Untuk tahun 2017 ini sendiri bahkan temuan kasusnya telah mencapai 101 orang. “Oleh sebab itu Pati masuk dalam zona  merah  dikarenakan masuk dalam 10 besar temuan kasus HIV/AIDS se-Jateng”, lanjutnya.

Disampaikan pula oleh Safin, agar realitas ini bisa menjadi tanggung jawab bersama,  agar ke depan jumlahnya tidak lagi bertambah dan sebisa mungkin ditekan. Dalam kesempatan itu, Saiful Arifin juga sangat mengapresiasi sosialisasi yang juga diikuti oleh kalangan mahasiswa, perguruan tinggi, SMP, SMA,MAN dan SMK ini.

“Sosialisasi penangulangan dan pencegahan ini bertujuan untuk menekan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pati “, imbuhnya. Selain itu, lanjut Safin, dengan adanya seminar ini diharapkan masyarakat bisa lebih memahami dan menyadari ancaman virus HIV/AIDS sehingga bisa membetengi diri dari resiko penularan virus HIV/AIDS.

“Masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi, budaya, pendidikan, profesi, tempat tinggal, bahkan orientasi seksual berbeda semuanya berhak memperoleh informasi tentang pencegahan hingga pengobatan yang tidak diskriminatif”, imbuhnya.

Oleh karena itu Safin selaku Wakil Bupati akan terus melakukan berbagai upaya pencegahan, perawatan, pengobatan dengan memberi dukungan dalam pencegahan dan pengobatan di RSU, Puskesmas serta fasilitas penunjang lainnya.

Dan bagi para pelajar baik dari tingkat SMP,SMA dan SMK, Safin mengajak mereka untuk ikut dan menjadi agen-agen organisasi Karang Taruna, agar mereka mendapatkan kegiatan dan kesibukan yang positif sehingga bisa menjaga diri agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif yang rentan penularan HIV /AIDS. (hms)

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
4 + 9 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi