Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 04 Maret 2023, 11:16 WIB 450 PDF

NAPAK TILAS, Ternyata Monumen ini Didirikan Sesepuh YKDP AUB,  Tukidjo Marto Atmodjo

admin
Oleh: admin • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

NAPAK TILAS, Ternyata Monumen ini Didirikan Sesepuh YKDP AUB,  Tukidjo Marto Atmodjo
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / admin

SOLO –INFODESANEWS.COM |  Kota Solo ternyata menyimpan history sejarah dan budaya yang perlu kita jaga dan lestarikan. Salah satunya adalah ‘Monumen Perisai Pancasila’.

Keberadaan monumen ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta No 646/116/1997. Didalam prasastinya telah tercatat sebagai Cagar Budaya No. 25-58/E/Jb/2012, yang ditetapkan sejak November 2012.

Berdasarkan catatan sejarah dan cerita warga sekitar, sejarah monumen ini didirikan oleh salah satu pejuang daerah yaitu Tukidjo Marto Atmodjo. Ketika itu Beliau menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Karya Dharma Pancasila. Sedangkan tujuan dibangunnya monumen itu tak lain untuk mengenang jasa teman-teman seperjuangannya. Sekaligus sebagai pengingat bagi generasi penerus bangsa akan pentingnya Pancasila. Termasuk Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa.

Menurut penuturan para sesepuh di YKDP, menginformasikan bahwa Tukidjo Marto Atmodjo merupakan cikal bakal pendiri AUB Surakarta. Yang belakangan dikenal sebagai perguruan tinggi dengan pondasi nilai-nilai Pancasila. Terlebih, dengan pemikiran ke depan Beliau bahwa perjuangan bisa ditempuh melalui pendidikan. Terbukti sampai sekarang pendidikan sangat penting sekali. Salah satu tujuan utama harus memiliki nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam pembelajarannya. Termasuk pemahaman Pancasila dalam implementasinya.

Sebuah fenomena menarik, setiap kali peringatan Hari Lahir Pancasila, generasi penerus Yayasan Karya Dharma Pancasila (YKDP) Surakarta yang menaungi perguruan tinggi AUB Surakarta melakukan prosesi napak tilas ke Monumen Perisai Pancasila. Guna mengenang perjuangan para pendahulu, sekaligus menjadi penyemangat dalam meneruskan perjalanan AUB Surakarta.

“Harapan kami tidak hanya perguruan tinggi AUB Surakarta saja yang terlibat. Tapi juga seluruh masyarakat Indonesia harus memiliki jiwa Pancasila. Karena hal itu merupakan salah satu kekuatan pemersatu melalui Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Ketua YKDP Surakarta, Dr Anggoro Panji Nugroho SE, MM, baru-baru ini.

Di sisi lain, menurut Anggoro pendekatan ke Pancasilaan bisa dilakukan dengan cara berbeda. Yaitu dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila yang bisa diimplementasikan dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi.

Menurut Anggoro, jiwa Pancasila sudah mendarah daging. Terbukti setiap kegiatan YKDP selalu mensuport berbagai kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya yang merupakan salah satu unsur pemersatu bangsa. “Paling tidak untuk catatan sejarah sudah kita masukkan dalam buku wisuda AUB Surakarta,” tegas Anggoro yang merupakan generasi ketiga dari penerus YKDP Surakarta.

Di sisi lain Anggoro juga berharap kepada seluruh civitas akademika perguruan tinggi AUB Surakarta tentang pentingnya nguri-nguri universitas dan kampus yang ber-Pancasila. Karena jarang sekali ada di Indonesia, terutama perguruan tinggi yang sangat menjunjung tinggi nilai nasionalis dan Pancasila yang sangat kental. (*/listyono/red slo)

Oleh: admin

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
admin
Jurnalis Terverifikasi Wartawan / Pewarta Redaksi

admin

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi