Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (16 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
NASIONAL 23 Mei 2026, 10:28 WIB 439 PDF

Mujoko Anggota Komisi B DPRD Blora, Proyek Jangan Abaikan Dampak Sosial

Kabiro Blora
Oleh: Kabiro Blora • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mujoko Anggota Komisi B DPRD Blora, Proyek Jangan Abaikan Dampak Sosial
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Blora

BLORA, INFODESANEWS – Polemik proyek mobilisasi alat berat Pertamina di jalur Kradenan–Pilang yang belakangan meresahkan masyarakat akhirnya mendapat tanggapan dari anggota Komisi B DPRD Kabupaten Blora, Mujoko.

Mujoko yang dihubungi melalui sambungan telepon mengungkapkan bahwa persoalan proyek tidak boleh hanya dilihat dari sisi investasi dan kelancaran pekerjaan. Menurutnya, dampak sosial terhadap masyarakat sekitar harus menjadi perhatian utama.

Sejauh ini, ia mengaku Komisi B DPRD Blora belum pernah dilibatkan secara terbuka dalam pembahasan tanggung jawab sosial maupun komunikasi dampak proyek kepada warga terdampak.

“Kami di Komisi B belum pernah mendapatkan penjelasan terbuka terkait pola CSR, pendekatan sosial perusahaan, maupun mitigasi dampaknya ke masyarakat,” ujar Mujoko.

Sebagai warga Kecamatan Kradenan, Mujoko memahami langsung situasi di lapangan. Ia menegaskan masyarakat tidak anti terhadap proyek atau investasi, namun mereka menginginkan keterbukaan dan penghormatan terhadap wilayah yang dilalui aktivitas proyek.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi sosial desa-desa terdampak, seperti Kradenan, Temulus, Pilang, hingga Randublatung. Menurutnya, infrastruktur jalan dan jembatan dipakai setiap hari oleh warga, sehingga aktivitas proyek tidak bisa mengabaikan ruang hidup masyarakat.

“Yang merasakan dampaknya itu masyarakat sekitar. Aspek sosial harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Mujoko berharap komunikasi antara Pertamina, kontraktor, perusahaan ekspedisi, pemerintah daerah, dan DPRD dapat dibangun secara lebih terbuka agar persoalan di lapangan tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih besar.

“Kita semua tentu ingin pembangunan berjalan baik. Tapi jangan sampai proyek besar justru meninggalkan persoalan sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.**Red

Oleh: Kabiro Blora

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #NASIONAL #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Blora
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Blora

Kabiro Blora

Koordinator pewarta dan liputan wilayah Blora, Sesarengan mBangun Blora, Jawa Tengah.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 3 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi