BLORA, INFODESANEWS – Konferensi Cabang (Konfercab) XVI Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Blora resmi digelar pada 18–19 Juli 2026 di Yayasan Nurul Huda Ngawen. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang ini berlangsung dengan semangat demokrasi, musyawarah, dan kekeluargaan.
Dari proses Konfercab yang berjalan demokratis, Rekan Muhammad Muzaka terpilih sebagai Ketua PC IPNU Blora Masa Khidmat 2026–2028. Terpilihnya Muzaka menjadi amanah baru bagi IPNU Blora dalam melanjutkan estafet kepemimpinan serta memperkuat gerakan pelajar Nahdlatul Ulama yang adaptif, progresif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Muhammad Muzaka merupakan kader yang tumbuh melalui proses kaderisasi dari tingkat paling dasar. Perjalanan organisasinya dimulai dari Pimpinan Ranting IPNU Desa Berbak, kemudian melanjutkan pengabdian di Pimpinan Komisariat IPNU MA Sultan Agung, hingga dipercaya mengemban amanah di Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Ngawen.
Pada Masa Khidmat 2024–2026, Muzaka menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Blora. Dalam kepengurusannya, ia berperan aktif mengawal pelaksanaan kaderisasi, memperkuat sistem administrasi kader, meningkatkan kualitas pelatihan, serta mendorong lahirnya kader-kader pelajar NU yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan daya saing.
Ketua terpilih mengusung visi besar: “Terwujudnya PC IPNU Blora sebagai organisasi pelajar yang progresif, adaptif, berkarakter, unggul dalam kaderisasi, serta menjadi pusat pengembangan pelajar Nahdlatul Ulama yang berdaya saing di era transformasi digital.”
Visi tersebut dijabarkan dalam enam misi, yaitu menguatkan sistem kaderisasi, meningkatkan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan, mengoptimalkan transformasi digital, memperkuat eksistensi komisariat hingga ranting, membangun kolaborasi strategis, serta menumbuhkan budaya organisasi yang profesional dan inovatif.
Dalam sambutan perdananya, Muhammad Muzaka menegaskan bahwa kepemimpinan di IPNU bukan sekadar amanah organisasi, melainkan bentuk pengabdian kepada pelajar, Nahdlatul Ulama, dan masyarakat.
“IPNU Blora harus menjadi rumah besar bagi seluruh pelajar NU untuk bertumbuh, berkarya, dan berkolaborasi. Kepengurusan ini tidak akan berjalan sendiri, tetapi harus dibangun dengan semangat gotong royong, kaderisasi yang kuat, serta inovasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh kader IPNU dan IPPNU Kabupaten Blora untuk meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses Konfercab dan kembali bersatu membangun organisasi yang lebih maju.
“Konfercab telah usai, saatnya kita merapatkan barisan. Tidak ada lagi nomor satu atau nomor dua, yang ada hanyalah satu tujuan, yaitu mengabdi dan memajukan IPNU Blora,” tambahnya.
Harapannya, kepengurusan periode 2026–2028 mampu menghadirkan inovasi organisasi, memperkuat kaderisasi di seluruh tingkatan, serta mengokohkan sinergi dengan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Blora. Dengan semangat regenerasi, kolaborasi, dan transformasi, IPNU Blora siap melahirkan kader-kader pelajar NU yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi pemimpin masa depan bagi Kabupaten Blora, Nahdlatul Ulama, dan Indonesia.**Red