Senin, 9 November 2026
TERKINI
• Luwes Orange Run Meriahkan HUT ke-59 Luwes Grup di Blora (14 jam yang lalu) • Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (1 hari yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (1 hari yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (2 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (2 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (2 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (2 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (2 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (2 hari yang lalu)
INFODESA 06 September 2017, 22:13 WIB 1,656 PDF

Monumen Tanah Air Dibangun di Gunung Tidar

Redaksi
Oleh: Redaksi • ~3 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Monumen Tanah Air Dibangun di Gunung Tidar
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Redaksi

MAGELANG, infodesanews.com – Prosesi budaya menjadi cara yang dilakukan Pemkot Magelang dalam mempertemukan tanah dan air sebagai bahan penting pembuatan Monumen Tanah Air Persatuan (MTAP) dalam momen puncak peringatan Haornas XXXIV tahun 2017. Prosesi berlangsung khidmat di pelataran Gunung Tidar, Kelurahan Magersari, Rabu (6/9).

Sebelum dipertemukan, tanah dan air diambil dari lokasi berbeda. Tanah diambil di puncak Gunung Tidar, sedangkan air dari Tuk Drajat yang ada di Kampung Tulung, Kelurahan Magelang. Proses pengambilan tanah dipimpin Ki Jati Saroyo (diperankan Susilo Anggoro) yang merupakan utusan warga.

Sementara air diambil oleh tokoh perjuangan dan sesepuh Kampung Tulung, Abak Arifin beserta sesepuh lainnya. Kemudian, Ki Jati Saroyo dan Abak Arifin dengan kelompok masing-masing berjalan menuju pelataran Gunung Tidar sambil membawa tanah dan air yang ada di dalam kendi.

Selama perjalanan menuju plataran, lantunan musik Jawa terus mengalun mengiringi kedua rombongan. Sampai akhirnya tiba di plataran, tanah dan air diserahkan kepada utusan pemerintah bernama Ki Jati Waseso yang diperankan Kepala Disporapar, Jarwadi.

Selama berlangsungnya prosesi budaya ini, semua dilakukan dengan bahasa Jawa. Termasuk Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito yang memberi sambutan. Setelah tanah dan air diterima Ki Jati Waseso, selanjutnya diberikan kepada Sigit dan wakilnya, Windarti Agustina.

Dalam sambutannya, Sigit mengatakan, prosesi budaya ini dilakukan sebagai upaya melestarikan atau nguri-nguri kebudayaan. Apalagi, pembuatan Monumen Tanah Air Perstuan (MTAP) cukup sakral yang mana tanah dan airnya diambil pula dari puluhan daerah lain di Indonesia.

“Kita harus bangga Kota Magelang sebagai tuan rumah Haornas dan Gunung Tidar menjadi lokasi pembuatan monumen itu. Monumen ini penting dan ke depan bisa menjadi daya tarik wisata di Gunung Tidar yang sudah dikenal sebagai tujuan wisata religi,” ujarnya.

Selepas sambutan, Sigit dan wakilnya kemudian menyerahkan tanah dan air itu ke perwakilan dari Kemenpora. Di antaranya Asdep Sentra Olahraga Kemenpora, Teguh Raharjo dan Kasubdit Asdep Olahraga Rekreasi Kemenpora, Sri Maryati.

Selanjutnya, tanah dan air disimpan dahulu dan rencana hari Jumat (8/9) besok akan dipajang di area Alun-alun Kota Magelang bersama dengan tanah dan air dari puluhan daerah lainnya. Kemudian semuanya akan disatukan dalam puncak Haornas 2017 di Stadion Moch Soebroto, Sabtu (9/9).

“Sangat menarik prosesi budaya pertemuan tanah dan air ini. Saya lihat Gunung Tidar cocok sebagai tempat pembuatan monumen untuk pertama kalinya ini. Ke depan, saya harap Gunung Tidar menjadi destinasi wisata yang makin diminati,” ungkap Teguh usai acara.

Menurutnya, monumen ini sebagai simbol persatuan NKRI dan bisa menjadi daya tarik wisata ke depannya. “Untuk pembuatan monumen nanti dananya dari pemerintah setempat. Tapi, kami juga siap membantu,” imbuhnya. (Awe)

 

Oleh: Redaksi

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #INFODESA #infodesanews #kabarindonesia
Redaksi
Jurnalis Terverifikasi Dewan Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan kontributor portal berita siber INFODESANEWS - Bersama Membangun Indonesia.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
5 + 1 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi