Minggu, 8 November 2026
TERKINI
• Perkuat Sinergi Memajukan Pendidikan, FGM Jateng Gelar Silahturahmi Akbar (17 jam yang lalu) • Nasdem Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Sukorejo di Tengah Kemarau Panjang (23 jam yang lalu) • Jangan Hanya Bicara Lampung Selatan Maju, Ismail Desak Perda Pesantren Segera Diparipurnakan (1 hari yang lalu) • Pemkab Blora Gandeng PT Agrinas Pangan Nusantara Kembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (1 hari yang lalu) • Anggota Banggar, Agus Sartono Sentil Rekanan Tak Koordinasi dengan Camat, Dishub Diminta Tindak Overload (1 hari yang lalu) • Jenggis Khan Haikal Soroti Dampak Wacana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Sekda Siap Koordinasikan ke Pusat (1 hari yang lalu) • LSM PRO RAKYAT Desak Green SM Disetop,Pembangunan Pool Way Halim Segera Disegel (1 hari yang lalu) • Bukan Sekadar Hiburan, Lamsel Fest 2026 Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Daerah (1 hari yang lalu) • Parenting Akbar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong Hadirkan Ustaz Pujiono, Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Generasi Saleh (1 hari yang lalu) • Jelang Lamsel Fest 2026, Pemkab Benahi Wajah Pusat Pemerintahan (1 hari yang lalu)
KHAZANAH 14 November 2019, 14:42 WIB 2,723 PDF

Mengharukan, Ratusan Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo Sumbang Mainan “Othok-othok” Ambruknya SDN Gentong Pasuruan

Kabiro Surakarta
Oleh: Kabiro Surakarta • ~2 mnt baca
AI Suara

Dengarkan artikel dibacakan otomatis

Mengharukan, Ratusan Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo Sumbang Mainan “Othok-othok” Ambruknya SDN Gentong Pasuruan
Foto: Dokumentasi infodesanews.com / Kabiro Surakarta

SOLO – INFODESANEWS, Sebanyak 100 siswa kelas 1A,B,C dan D di pandu lima guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Jawa Tengah, menyumbangkan permainan tradisional othok-othok sebagai bentuk solidaritas bagi sahabat siswa korban ambruknya atap SD Negeri Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Permainan tradisional yang seakan mulai dilupakan masyarakat tersebut diharapkan bisa menghibur dan menghilangkan kesedihan anak-anak pada Selasa, (5/11).

Mainan tradisional othok-othok dibunyikan bersama dan kumpulkan di halaman sekolah. Sebelum dimasukkan ke kardus sebagai rasa simpati, empati dan menumbuhkan kepekaan antar sesama anak bangsa untuk selalu bersatu dan bergembira bersama.

“Mainan edukatif dari bambu atau kita sebut othok-othok kita mainkan secara bersama-sama untuk menumbuhkan kreativitas, di awali do’a bersama semoga Allah Swt., memberikan ketabahan, kekuatan dan berkah dari musibah di masa-masa mendatang,” tutur Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd, Kamis (14/11/2019).

Berbahan dari bilah bambu diberi pengait, dimainkan dengan cara diputar berulang ulang sampai menghasilkan bunyi ‘othok-othok’.

Lebih lanjut, maraknya penggunaan gawai di kalangan anak-anak menjadi tantangan yang harus dihadapi di masa derasnya kemajuan teknologi, era industri 4.0. padahal anak membutuhkan kebersamaan dan kenyamanan dalam bermain.

“Kita harus kembali mengembalikan kegiatan seperti bermain dan anak-anak SDN Gentong untuk bersemangat bersekolah untuk membangun peradaban yang berkemajuan di masa menadatang,”Ungkap Sri.

Salah seorang siswa kelas 1 Fawwas Abdillah Putra Sahid mengatakan, bantuan mainan tradisional othok-othok tersebut diharapkan bisa menghibur anak-anak korban atap.

“Semoga bantuan mainan tradisional bisa menghibur dan menghilangkan trauma bagi anak-anak korban atap di sana. Dengan mainan ini anak-anak di sana bisa kembali ceria,” kata Fawwas. (hr/panut/jatmiko)

Oleh: Kabiro Surakarta

Suka dengan artikel ini?

Bagikan informasi penting ini kepada rekan, keluarga, dan grup media sosial Anda.

Topik: #KHAZANAH #infodesanews #kabarindonesia
Kabiro Surakarta
Jurnalis Terverifikasi Kepala Biro Solo Raya & Surakarta

Kabiro Surakarta

Pewarta isu sosial kemasyarakatan, budaya keraton, dan pemerintahan Solo Raya.

Redaksi Wilayah • Kominfo No. 593
Semua Berita Penulis Ini

Komentar Pembaca (0)

Ruang Aspirasi & Tanggapan Terbuka

Aman & Rahasia
3 + 6 =

Belum ada komentar untuk berita ini.

Jadilah yang pertama menyampaikan pandangan Anda!

Beranda Daerah
TV DESA
Redaksi